Diduga terprovokasi dengan isu penculikan anak berkedok pura-pura gila, warga di Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun pada Selasa (30/10) malam kemarin sekitar pukul 20.30 Wib, menangkap dan nyaris menghakimi seorang pria.
Pria yang ditangkap warga dalam peristiwa itu, diketahui bernama Roby J Simbolon (36), warga Nagori Sejahtera, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.
Salah seorang warga, Budi (35) mengatakan, sebelum kejadian sekira pukul 15.00 WIB, pria yang menjadi korban amuk massa itu terlihat mondar-mandir di sekitaran Nagori Margomulyo, Kecamatan Gunung Malela, tepatnya di depan Minimarket Indomaret.
Awalnya, masyarakat tidak menaruh curiga terhadap pria ini, namun sekira pukul 20.00 WIB, ia pun melintas di jalan raya Serapuh menuju jalan Asahan.
Selanjutnya di perbatasan gapura Nagori Serapuh, segerombolan pemuda yang sedang berkumpul di tepi jalan mempertanyakan identitasnya.
Merasa curiga dengan gerak gerik pria tersebut, beberapa pemuda dilokasi gapura berusaha menangkap.
“Sewaktu pria itu lewat, pemuda disini berusaha mempertanyakan identitasnya. Ketepatan dia bawa kayu. Kami kejarlahlah bang sampai ke simpang serapuh. Akhirnya pria tersebut berhasil di tangkap. Saat di tanya jawabannya tidak nyambung. Nyaris jadi bulan bulanan warga juga dia,” ucap Budi Menjelaskan.
Beruntung pihak Kepolisian Polsek Bangun berhasil meredam amarah ratusan warga. Sama halnya, saat di pertanyakan Polisi mengenai identitasnya, jawaban pria diduga memiliki kelainan jiwa tersebut selalu bergelagat aneh.
“Orang gilanya aku bang. Tinggal di Jalan Asahan Batu 5. Haus kali bang, mau beli aqua. Jangan lah di pukuli aku bang, orang gilanya aku,” ucap Roby.
Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, Petugas pun akhirnya mengamankan Roby ke Mako Polsek Bangun. Setibanya di Markas Komando, keluarga Roby akhirnya datang menjemput lalu membawanya pulang.
“Semalam sempat kami amankan, tidak lama kemudian, dia di jemput keluarganya. Berdasarkan keterangan keluarganya, sebenarnya pria semalam orang gila. Diduga stress karena tidak kuliah. Langsung di jemput dia bang,” jelas Kanit Reskrim Polsek Bangun Ipda Ivan Siregar ketika dikonfirmasi. (Turnip)




Discussion about this post