Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda RAGAM LIFESTYLE
"Ulos, Hangoluan & Tondi" yang Mengiringi Perjalanan Hidup Suku Batak

“Ulos, Hangoluan & Tondi” yang Mengiringi Perjalanan Hidup Suku Batak

Pameran secara resmi dibuka Rabu (19/9), di Museum Tekstil Jakarta

Editor: NEWSCORNER.ID
19 September 2018 | 15:49 WIB
in LIFESTYLE, NEWS
0
Iklan
30
SHARES
15
VIEWS

Kain tenunan khas Suku Batak, Ulos, ternyata memiliki nilai yang sangat tinggi. Ulos pun punya peranan penting dalam kehidupan warga Suku Batak. Makna inilah yang coba disampaikan dalam pameran Ulos, Hangoluan & Tondi yang  secara resmi dibuka Rabu (19/9), di Museum Tekstil Jakarta.

Pameran ini akan berlangsung 20 September hingga 7 Oktober 2018. Dua menteri Kabinet Kerja hadir dalam pembukaan, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Hadir juga Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

"Ulos, Hangoluan & Tondi" yang Mengiringi Perjalanan Hidup Suku Batak

Ulos yang dipamerkan rata-rata berusia 50 tahun ke atas. Semuanya adalah koleksi pribadi Devi Pandjaitan boru Simatupang. Sedangkan pameran dikemas oleh Kerri Na Basaria bersama Tobatenun di bawah Yayasan DEL.

Menteri Pariwisata Arief Yahya bahkan dibuat terkagum-kagum oleh deretan Ulos yang dipamerkan. Apalagi, setelah ia mengetahui makna yang terkandung di dalamnya.

Menteri asal Banyuwangi ini mengaku baru tahu Ulos mengiringi kehidupan masyarakat Batak. Dari lahir hingga meninggal.

“Ulos ini tradisi kehidupan masyarakat Batak. Bayi baru lahir, itu menggunakan kain Ulos, dari lahir hingga meninggal itu pakai kain Ulos. Dan saat dibaptis juga pakai kain Ulos. Jadi begitu banyak historis dan religiusnya kain Ulos,” papar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya bahkan menyebutkan kain Ulos sebagai “harta” yang tak ternilai.

"Ulos, Hangoluan & Tondi" yang Mengiringi Perjalanan Hidup Suku Batak

Ada tiga esensi yang menjadi indikasinya. Pertama, kain Ulos yang terus mengiringi kehidupan masyarakat Batak. Kedua, dengan Ulos satu generasi ke generasi berikutnya dapat saling mengenal.

“Dan yang ketiga, Ulos sebagai sumber pendapatan masyarakat. Karena kerajinan Ulos sangat tinggi nilainya. Seperti yang Saya gunakan ini, sudah berusia 100 tahun. Harganya Rp 10 juta lebih,” sebut Menpar Arief Yahya.

Namun, bukan hanya Ulos yang mampu mencuri perhatian. Kemasan pamerannya pun oke. Pameran ini juga bagian untuk mempromosikan Sumatera Utara. Khususnya destinasi prioritas Danau Toba.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya penyebaran pesona budaya Batak. Khususnya dalam dunia tenun kain Ulos kepada dunia,” ujarnya.

"Ulos, Hangoluan & Tondi" yang Mengiringi Perjalanan Hidup Suku Batak

Pamerannya Ulos ini mengusung konsep Stages of Life atau Tahapan dalam kehidupan: Birth, Life, Marriage, Death, Paradise. Total Ulos yang dipamerkan ada 50 helai. 25-30 dari jumlah itu adalah koleksi langka. Bahkan orang Batak sendiri belum tentu kenal dengan motifnya.

Dari pintu utama Museum Tekstil, pengunjung akan dimanjakan dengan instalasi pengenalan. Judulnya Introduction. Instalasi ini memperkenalkan kehidupan sehari-hari masyarakat Samosir.

Berikutnya adalah ruangan Birth. Terinspirasi dari aeal sebuah kehidupan, ruangan Birth memberikan esensi dari sebuah kehidupan baru.

“Salah satu kain yang unik dan sarat makna yang dipajang di ruangan ini dinamakan Ulos Lobu-Lobu. Ulos in diberikan kepada perempuan yang ingin hamil atau yang baru melahirkan,” terang Kerri Na Basaria.

Setelah itu, ada ruangan Life. Ruangan ini menggambarkan kondisi alam, penduduk, serta dinamika kehidupan setiap manusia. Kain Ulos yang dipamerkan di ruangan ini yang biasa digunakan dari masa kanak-kanak hingga usia senja.

Tahapan kehidupan berikutnya akan disuguhkan dalam ruangan Marriage. Ruangan ini menggunakan warna yang berbeda dengan masyarakat moderen pada umumnya.

"Ulos, Hangoluan & Tondi" yang Mengiringi Perjalanan Hidup Suku Batak

“Masyarakat Batak memiliki nilai tersendiri tentang kecantikan pesta pernikahan. Kain Ulos memiliki nilai cantik yang sarat akan makna dan sakral dibandingkan pesta masyarakat pada umumnya,” papar Kerri.

Fase berikutnya adalah ruangan Death. Ruangan ini menggambarkan akhir kehidupan di dunia yang harus disyukuri dan diterima.

“Dan yang terakhir ini ruangan Paradise. Fase ini adalah fase menuju kehidupan abadi, setelah manusia menunaikan tugas hidupnya di dunia. Bagi masyarakat Batak, dunia akhir dipercaya dilalui semua orang pada akhir hayatnya,” tutup Kerri.

Nah, penasaran seperti apa pameran dan bagaimana indahnya Kain Ulos? Datang saja ke Museum Tekstil. Mulai besok 20 September 2018, pameran ini dibuka untuk umum. Untuk melihat pameran ini tanpa dikenakan biaya tiket. Hanya dipungut biaya retribusi museum sebesar Rp 5.000 saja.(rel)

Tags: HangoluanSuku BatakTondiulos

Discussion about this post

Berita Terbaru

NEWS

Kualitas Udara Memburuk, Warga Pematangsiantar Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

19 Oktober 2026 | 20:05 WIB
MEDAN CORNER

Penggerebekan Sarang Narkoba di Gang Nasional Medan: Pengedar Diringkus, Barak Dimusnahkan

19 Oktober 2026 | 18:29 WIB
NEWS

Banjir Berulang di Suka Maju, Warga Keluhkan Belum Ada Peninjauan dari Kecamatan Marihat

19 Oktober 2026 | 16:13 WIB
MEDAN CORNER

Bawa Samurai Saat Ribut Keluarga Di Medan, Dua Terduga Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi

19 Oktober 2026 | 14:03 WIB
MEDAN CORNER

Sarang Narkoba Gang Pantai Medan Sunggal Digerebek, Sejumlah Pelaku Lompat ke Sungai

19 Oktober 2026 | 12:23 WIB
NEWS

FORPROVSU I 2026 Resmi Diundur ke November, Ini Jadwal Terbarunya

19 Oktober 2026 | 10:33 WIB
Simalungun

Bukan Sekadar Upacara, Wakapolres Simalungun Tanamkan Bahaya Narkoba dan Literasi AI kepada Pelajar Assisi

19 Oktober 2026 | 09:14 WIB
Simalungun

Narkoba hingga Balap Liar Jadi Sorotan, AKP Edy Syahputra Perkuat Pembinaan Pelajar SMPN 1 Silou Kahean

19 Oktober 2026 | 08:28 WIB
Simalungun

Kapolsek Bandar Huluan Soroti Kenakalan Remaja, 37 Siswa Pengguna Knalpot Brong Wajib Buat Surat Pernyataan

19 Oktober 2026 | 08:17 WIB
Simalungun

Kapolres Simalungun Turun Langsung ke Jalinsum Siantar–Medan, Atur Lalu Lintas dan Serukan Perang terhadap Narkoba

19 Oktober 2026 | 07:32 WIB
Sumut

Kementerian Ekraf Perkuat Daya Saing Kuliner Samosir, Sertifikasi Kompetensi Jadi Langkah Menuju Pasar Lebih Luas

18 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Sumut

Dari Cita Rasa Lokal Menuju Pasar Global, Kementerian Ekraf Perkuat Kompetensi Kuliner Samosir

18 Oktober 2026 | 18:31 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport