Tao Silalahi Arts Festival memang paten. Event tersebut merupakan kegiatan kolaborasi bersama seluruh komunitas masyarakat di Kecamatan Silahisabungan. Materinya pun padat dan mengasikkan. Fokusnya pun bukan hanya seni dan budaya.
Ada juga Festival Ekologi dengan penanaman 5 ribu pohon buah-buahan dan bersih-bersih tao (danau). Selain itu ada Festival Kopi yang mengangkat kopi lokal. Isinya pun menarik. Talkshow Kopi, Arts coffee dan stand coffee menjadi suguhannya. Lebih kerennya lagi, acara ini menghadirkan 4000 cangkir kopi Sidikalang.
“Kita juga ada kegiatan Onan Camp, Kayaking, dan Jelajah Silahisabungan. Dan ini berlangsung hingga Minggu, 22 Juli 2018,” terang Ojak.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo ikutan sumringah. Menurutnya atraksi seperti ini merupakan salah satu bentuk promosi yang sangat baik dalam menjaring wisatawan.
“Kekayaan potensi pariwisata Danau Toba ini sangat luar biasa, dan tentunya dengan penguatan atraksi wisata seperti ini potensi Danau Toba makin terangkat lagi. Apalagi event ini juga melibatkan masyarakat serta ikut melestarikan alam,” ujar Arie.
Lebih lanjut Arie mengatakan Tao Silalahi Arts Festival merupakan bentuk penguatan pariwisata Kabupaten Samosir di Bidang Seni Budaya. “Seperti Menpar Arief Yahya bilang, budaya itu semakin dilestarikan semakin menyejahterakan,” imbuh Arie.
Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung mengangkat dua jempol atas gelaran acara tersebut. Event ini merupakan bukti kuat komitmen masyarakat Danau Toba dalam mengangkat potensi yang dimilikinya. Sekaligus memberi gambaran kuat bahwa masyarakat semakin sadar wisata.

“Ini merupakan gambaran yang baik peran serta masyarakat dalam mengangkat pariwisata. Masyarakat semakin aware terhadap potensi yang mereka punya. Ini sangat luar biasa,” ujar Menpar.
Menpar juga mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan potensi yang mereka punya. Sehingga kemandirian masyarakat lewat kepariwisataan dapat terwujud.
“Yang paham atas segala kelebihan yang dimiliki Danau Toba adalah masyarakatnya itu sendiri. Saya yakin kedepan pariwisata Danau Toba akan semakin mendunia dengan kemandirian masyarakatnya,” pungkas Menteri asal Banyuwangi tersebut.(***)




Discussion about this post