Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Nasution melantik 177 pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Rabu (8/9/2025).
Namun pelantikan kali ini terlihat unik, karena pejabat yang dilantik tidak mengetahui sebagai apa dan akan ditempatkan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mana mereka nantinya. Informasi penempatan mereka masih dirahasiakan, sehingga mereka hanya sekadar datang menjalani prosesi pelantikan.
Salah satu pejabat yang ikut dilantik Gubsu Bobby Nasution adalah Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Harvina Zuhra. Vina, demikian dia biasa disapa, mengaku belum mengetahui dia akan ditempatkan dimana nantinya.
“Belum tau ini mau ditempatkan dimana, karena informasinya masih dirahasiakan. Kami hanya disuruh menghadiri pelantikan,” tutur Vina, ketika ditemui awak media usai pelantikan.
Menurut Vina, mereka hanya diperintahkan untuk menghadiri pelantikan yang digelar di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu pada pukul 14.00 WIB dengan memakai dasi dan hijab berwarna biru muda. Pelantikan disebutkan akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution.
Belakangan setelah pelantikan usai baru diketahui, Harvina menempati posisi baru di Dinas Sosial Gunung Sitoli menjabat sebagai Kepala UPTD Pelayanan Sosial Anak Gunungsitoli.
Wanita yang memiliki basic sebagai jurnalis tersebut terlihat agak terkejut mengetahui posisi penempatan nya di Gunung Sitoli, karena selama ini Vina yang merupakan salah satu Kabid di Kominfo Sumut diketahui sangat aktif berhubungan dengan media.
Penempatannya sebagai Kepala UPT di Kepulauan Nias pun menjadi pertanyaan banyak orang, karena dengan potensi yang dimilikinya, seolah-olah wanita itu menjadi pejabat yang ‘terbuang’.
Berkembang Informasi, penempatan Harvina ke Gunung Sitoli karena yang bersangkutan dinilai tidak sejalan dengan wartawan ‘Media Bapak’, yakni kelompok wartawan yang mengaku dekat dengan poros kekuasaan.
Pejabat lainnya yang dilantik, Dede, yang sebelumnya ditempatkan di bagian Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Sumut juga tidak mengetahui untuk jabatan apa dia dilantik.
“Gak tau ini hanya disuruh datang menghadiri pelantikan. Gak tau mau dilantik sebagai apa,” tutur Dede.
Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam sambutannya berharap kepada para pejabat yang dilantik, agar tetap menjaga kekompakan dan berkolaborasi dalam mendukung visi dan misi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Harus kompak di internal, jangan adalagi ego sektoral. Karena program-program tidak bertumpu pada satu OPD saja, butuh support dan kekuatan dari OPD lain,” kata Bobby Nasution.
Bobby juga mengingatkan tentang kerja ke depan semakin berat. Khusus tahun 2026, Provinsi Sumut terkena penyesuaian dana transfer dari pusat, yang angkanya Rp1,1 triliun. Namun penyesuaian anggaran bukan berarti alasan tidak bisa kerja, justru kerjanya dituntut untuk lebih efektif dan efesien.
Pada kesempatan itu, Bobby juga menyampaikan, bahwa pelantikan ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan dan penyegaran organisasi pemerintahan.



