Seorang petugas kebersihan (cleaning service) berinisial IAS (22) ditangkap Satreskrim Polrestabes Medan setelah tertangkap tangan mencuri uang milik member di salah satu pusat kebugaran di Medan. Saat ini, tersangka tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Medan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengungkapkan bahwa aksi pelaku terbongkar setelah sejumlah member kerap kehilangan uang di loker khusus wanita. Salah satu korban kemudian melakukan upaya jebakan dengan mendokumentasikan uang sebesar Rp600 ribu yang disimpan di dalam loker pada Jumat, 2 Januari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB sebelum berolahraga.
Sekitar satu jam kemudian, korban kembali ke loker dan mendapati uang tersebut telah hilang. Kondisi loker turut didokumentasikan sebagai bukti. “Loker hanya bisa dibuka dengan dua kunci, yakni kunci milik member dan master key yang disimpan di resepsionis gym,” ujar Adrian, didampingi Kasi Propam Kompol Raymond Hutagalung dan Kasi Humas AKP Nover Gultom, Sabtu (25/4).
Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku telah melakukan pencurian terhadap sekitar 10 korban dengan total kerugian mencapai Rp15 juta hingga Rp16 juta. Modus yang digunakan adalah meminjam kunci master loker khusus wanita dari resepsionis, lalu mengambil uang milik member saat situasi sepi.
IAS diketahui telah bekerja selama satu tahun di pusat kebugaran tersebut. Aksi pencurian dilakukan dalam kurun waktu Oktober hingga Desember 2025 dengan motif ekonomi dan gaya hidup.
Dalam perkembangan penyidikan, tersangka IAS juga mengaku mengalami dugaan perbuatan asusila oleh oknum penyidik Resmob. Menanggapi hal tersebut, Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Raymond Hutagalung, menyampaikan bahwa laporan tersebut kini tengah diaudit oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumatera Utara.
“Oknum penyidik yang diduga terlibat telah ditempatkan khusus (patsus) di ruang tahanan Dit Tahti Polda Sumut guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, pengelola pusat kebugaran, Andri, mengatakan bahwa kasus ini terungkap setelah adanya laporan berulang dari para member terkait kehilangan uang di loker. Puncaknya, salah satu member berhasil menangkap langsung pelaku saat beraksi.
“Saat tertangkap tangan, kami langsung menginterogasi dan membuat surat pernyataan. Pelaku mengakui perbuatannya serta mengaku telah mencuri dari member lain dengan total kerugian mencapai Rp16 juta,” ungkap Andri.



