ADV — Perayaan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar Tahun 2026 berlangsung semarak, meriah, dan penuh makna. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi, rangkaian kegiatan yang digelar selama beberapa hari tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, budaya, serta optimisme pembangunan Kota Pematangsiantar menuju masa depan yang lebih maju.
Mulai dari rapat paripurna DPRD, haul Raja Sang Naualuh Damanik, ziarah ke Jorat Raja Siantar, fashion show wastra, karnaval budaya, hingga konser rakyat di Lapangan Adam Malik, seluruh rangkaian kegiatan sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat.
Tema besar “Siantar Rumah Kita” menjadi pesan utama yang terus digaungkan Wali Kota Wesly Silalahi dalam setiap kesempatan. Menurutnya, Kota Pematangsiantar merupakan rumah bersama yang harus dijaga dengan semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong.
Dalam Rapat Paripurna DPRD memperingati Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar, Jumat (24/04/2026), Wesly Silalahi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pematangsiantar terus berupaya membangun pelayanan publik yang lebih baik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta menciptakan iklim investasi yang sehat demi kesejahteraan masyarakat.
“Siantar adalah rumah bagi kita semua, tempat kita tumbuh, berkarya, dan membangun masa depan. Karena itu, mari berkolaborasi dan saling mendukung demi mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” ujar Wesly.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD serta Forkopimda, Wesly juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah. Di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 81,71, usia harapan hidup 75,42 tahun, hingga tingkat pengangguran terbuka yang terus menurun.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, Wesly juga menaruh perhatian besar terhadap pelestarian nilai sejarah dan budaya lokal. Hal itu terlihat dari pelaksanaan Haul ke-112 Raja Sang Naualuh Damanik yang untuk pertama kalinya digelar di Masjid Raya Pematangsiantar.
Didampingi Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi dan unsur Forkopimda, Wesly menyampaikan bahwa Raja Sang Naualuh Damanik merupakan simbol kepemimpinan yang harus diteladani generasi saat ini.
“Beliau dikenal karena keberanian, kebijaksanaan, dan komitmennya menjaga persatuan serta keharmonisan masyarakat. Nilai-nilai itu harus terus kita warisi dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Momentum haul tersebut juga memperkuat identitas Pematangsiantar sebagai kota toleran. Apalagi, pada tahun 2026 Kota Pematangsiantar berhasil meraih peringkat ke-4 Indeks Kota Toleran (IKT) nasional.
Ahli waris Raja Sang Naualuh Damanik, Difi Sang Nuan Damanik, bahkan menyebut semangat toleransi di Kota Pematangsiantar sudah diwariskan sejak masa Raja Sang Naualuh yang memberikan perhatian kepada seluruh umat beragama.
“Beliau tidak hanya memperhatikan masyarakat Muslim, tetapi juga masyarakat Nasrani dan umat lainnya. Itu yang membuat Siantar melekat sebagai Kota Toleransi,” ujarnya.
Rangkaian Hari Jadi ke-155 juga semakin hidup dengan gelaran Karnaval Budaya yang dilepas langsung oleh Wali Kota Wesly Silalahi dari Jalan Merdeka, Jumat sore. Ribuan masyarakat memadati sepanjang jalan untuk menyaksikan parade budaya, marching band, kendaraan hias, hingga pertunjukan seni multi-etnis.

Karnaval tersebut menjadi bukti nyata keberagaman budaya yang hidup harmonis di Kota Pematangsiantar. Wesly berharap kegiatan itu menjadi perekat persaudaraan antarwarga.
“Kesuksesan acara ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan semangat gotong royong masyarakat,” katanya.
Tak hanya memberi hiburan, kemeriahan karnaval juga berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku UMKM mengaku dagangan mereka laris selama kegiatan berlangsung.
Semangat pemberdayaan ekonomi kreatif juga terlihat dalam Fashion Show Wastra bertajuk “Etnika Moderna” yang digelar bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar. Dalam kegiatan tersebut, Wesly dan Ny Liswati memberikan apresiasi kepada para desainer serta pelaku UMKM lokal yang berhasil memadukan budaya dengan kreativitas modern.
Menurut Wesly, wastra bukan sekadar produk budaya, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata kepada para pelaku UMKM,” ujarnya.

Puncak kemeriahan Hari Jadi ke-155 berlangsung Sabtu malam (25/04/2026) di Lapangan Adam Malik. Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti konser rakyat yang menghadirkan berbagai penampilan seni dan hiburan.
Kehadiran Wesly Silalahi bersama Ny Liswati dan unsur Forkopimda disambut hangat melalui Dihar dan Tortor Sombah oleh Himapsi. Penampilan Siou Band, Punxgoaran, hingga Faris Adam sukses menghibur masyarakat hingga larut malam.
Dalam sambutannya, Wesly kembali mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat kebersamaan.
“Siantar adalah rumah kita bersama. Tempat kita hidup, tumbuh, dan menggantungkan harapan. Dengan semangat gotong royong dan saling peduli, mari kita rawat kota ini agar tetap nyaman, damai, dan membanggakan,” tuturnya.
Suasana semakin semarak ketika lagu “Stecu-stecu” dibawakan Faris Adam. Wali Kota Wesly, unsur Forkopimda, dan ribuan masyarakat tampak larut berjoget bersama dalam suasana penuh kegembiraan.
Kesuksesan seluruh rangkaian Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar menunjukkan kepemimpinan Wesly Silalahi yang mampu menghadirkan pembangunan tidak hanya dalam bentuk infrastruktur, tetapi juga memperkuat identitas budaya, toleransi, dan kebersamaan masyarakat.
Dengan semangat “Siantar Rumah Kita”, Kota Pematangsiantar kini semakin optimistis melangkah menjadi kota yang maju, harmonis, kreatif, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara maupun Indonesia.



