Proses perekrutan hingga pelantikan Panwascam Kota Pematangsiantar telah berlangsung beberapa waktu lalu. Namun desas desus dan isu yang berkembang di tengah masyarkat tentang proses yang dinilai tidak fair menjadi sorotan.
Parahnya hal tersebut menjurus pada tingkat kepercayaan masyarakat atas independensi Bawslu Kota Pematangsiantar pada Pilkada yang akan digelar pada 2020 mendatang.
Salah satu sumber Newscorer.id yang juga merupakan peserta seleksi membeberkan bahwa dalam proses tersebut telah terjadi kecurangan. Di mana disebutkan, panitia meloloskan peserta berdasarkan kedekatan dan kepentingan kelompok.
Hal itu pun disebutkan sumber akan dibawa ke ranah hukum dan DKPP.
” Kalau dalam proses rekrutmen saja sudah ada indikasi seperti itu, bagaimana nanti saat bertugas sebagai pengawas yang seharusnya independen pada Pilkada Siantar, kita ragukan itu,” keluh warga.
Menanggapi hal tersebut Ketua Bawaslu Kota Pematangsiantar, Muhammad Safii yang dikonfirmasi Newscorner.id pada Senin(30/12) membantahnya. Namun ia membenarkan bahwa pihaknya telah mendapat informasi terkait hal itu.
Safii pun menyampaikan sebenarnya saat proses rekrutmen, ada disiapkan waktu dan ruang bagi masyarakat untuk membuat tanggapan dan sanggahan. Kendati demikian, informasi yang mereka terima pasca pelantikan tetap mereka tindak lanjuti.
“Saya akan panggil ketua Pokja, kita akan telusuri,” terangnya.
Lebih lanjut disampaikannya jika ditemukan bukti dan sesuai dengan Perbawaslu maka akan dilakukan rapat pleno ulang yang bisa berujung penghentian dan pergantian antar waktu terhadap yang bersangkutan.
Tim Newscorner.id pun masih menghimpun data dan informasi lainnya dari berbagai sumber terpercaya.




Discussion about this post