Martin Manurung ditetapkan sebagai Ketua Panitia Kerja (Panja) Perdagangan Komoditas Komoditas Ekspor Komisi VI DPR RI. Panja ini akan mendorong daya saing komoditas ekspor unggulan Indonesia di pasar internasional. Bahkan haminjon atau kemenyan Toba pun punya kesempatan untuk masuk sebagai komoditas unggulan ekspor Indonesia.
Penetapan ini disetujui dalam rapat internal, Selasa (21/1/2020), di Ruang Rapat Komisi VI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Panja yang terdiri 30 Anggota Komisi VI lintas fraksi ini mulai bekerja sejak ditetapkan.
Martin mengatakan, Panja ini dibentuk sebagai salah satu langkah DPR dalam mendorong dan mengawasi kinerja ekspor Indonesia.
“Sebagaimana kita ketahui, neraca perdagangan kita masih defisit. Karena itu kita ingin mengkaji apa hambatan-hambatan, baik dari sisi regulasi maupun implementasi yang bisa mendorong kinerja ekspor kita lebih baik,” kata Martin yang mewakili daerah pemilihan Sumatera Utara 2.
Wakil Ketua Komisi VI ini juga menjelaskan, Panja ini nantinya tidak hanya mendorong komoditas-komoditas yang selama ini sudah menjadi komoditas ekspor seperti sawit dan karet, namun juga komoditas lain, seperti kemenyan toba atau haminjon, kopi dan komoditas Indonesia lainnya.
“Seperti haminjon (kemenyan toba, red) misalnya. Komoditas ini sebenarnya bernilai cukup tinggi dan barang ekspor yang menjanjikan. Tapi karena pasarnya tidak jelas, sehingga banyak petani yang dirugikan karena tidak tahu harga pasar. Ini juga harus diperbaiki agar defisit neraca perdagangan Indonesia membaik,” kata Ketua DPP Partai NasDem tersebut.




Discussion about this post