Sekitar empat kawanan perampok bersebo menggunakan senjata api menyatroni Perumahan Wahidin Permai, di Jalan Ade Irma, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Senin (3/2) pagi sekira pukul 03.00 WIB.
Dalam aksi tersebut, salah seorang satpam jaga malam bernama Muhammad Harahap (65) ditodongkan pistol. Kemudian, dirinya disekap menggunakan tali dan pakaian milik satpam di Pos Jaga oleh pelaku.
Hal tersebut disampaikan Muhhamad Harahap, satpam di sana. Ia bercerita, peristiwa itu terjadi disaat dirinya sedang tiduran di pos Satpam yang dijaganya. Tiba-tiba, Muhammad mendengar suara berisik dari arah luar gerbang.
Setelah mendengar suara berisik, Muhhamad mencoba berdiri. Tetapi, dua dari empat pelaku langsung masuk ke pos jaga sembari menodongkan dua pistol warna silver. Lalu berkata “Jangan Bergerak,Tiarap Kau”.
“Saya tadi pagi kan jaga malam, kebetulan itu pekerjaan saya disini. Jadi, awalnya saya kan berbaring sambil tiduran. Terus kudengar suara berisik, pas mau melihat keluar pintu pos jaga.
Dua senjata api warna silver sudah di tempekan ke jidatku. Dia bilang sama ku, tiarap kau tiarap. Jangan kau bergerak. Barulah saya diikat pakai tali sepatu dan celana sama pelaku ,”ujar muhammad peragakan persiriwa tersebut.
Setelah berhasil mengikat korban, dua pelaku tetap menjaga korban didalam pos jaga sembari menodongkan pistol. Sedangkan dua pelaku lagi mencoba mengotak ngatik mobil CRV warna silver.
“Pelaku yang dua masih nyekap saya. Duanya lagi ngotak ngatik mobil CRV milik tuan yang saya jaga. Sudah sempat disorong-sorong, tapi nggak hidup juga. Adalah sampai dua jam, karena nggak berhasil. Empat pelaku akhirnya pigi tanpa bawa apa-apa bang,”jelasnya.
Habis mengotak-ngatik dan tidak berhasil menyalakan mobil, keempat maling pun pergi meninggalkan Muhammad dalam keadaan terikat menggunakan mobil avanza warna hitam.
“Mungkin karena mobil Matic itu, jadi payah orang itu ngidupkannya. Jadi ditinggalkan lah sama pelaku itu. Kalau posisu ku, masih terikat. Mereka datang kemari kulihat naik satu mobil avanza warna hitam menggunakan sebo warna hitam. Tapi nggak tau aku BK nya,”cetusnya lagi.
Waktu sudah menunjukkan jam empat pagi, Muhammad mengaku dirinya akhirnya berhasil melepaskan ikatan dari para pelaku dengan cara perlaha menggesekkan tali ikatan ke daerah dinding.
“Saya lihat sudah Jam empat pagi lah itu, sekalian saya gesekkan ikatan di tangan saya ke dinding. Terus lepas, barulah saya teriak maling. Baru ramai yang datang bang. Kejadian ini sudah saya lapor ke polsek,”tambahnya.
Informasi dihimpun dari warga komplek, mobil tersebut milik seorang pemilik bengkel di Jalan Ade Irma yang diparkirkan di komplek pada malam hari.
“Mobil orang bengkel yang di depan bang, kalau malam ditaruh di komplek,” ujar seorang warga.
Terpisah, Kapolsek Siantar Utara AKP Lintas Pasaribu dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya mengatakan kejadian itu masih dalam tahap peneyelidikan lebih lanjut.
“Benar kejadiannya, anggota sudah cek TKP. Berhubung dilokasi tidak ada CCTV, saat ini masih kita gali lagi keterangannya dari saksi lainnya. Saya juga menghimbau kepada masyarakat siantar. Agar selalu pasang CCTV guna memudakan penyelidikan,”ujarnya singkat.




Discussion about this post