Diduga penyakit ayan yang diidapnya kambuh, hingga terjatuh dan akhirnya tewas di saluran irigasi. Fernando Rajagukguk (42) ditemukan tewas Minggu (15/4) sekira pukul 15.00 WIB di belakang kantor Pangulu (Kepala Desa) Kasindir, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun.
Warga yang menemukan jasad korban diketahui bernama Erikson Simanjuntak (29) warga Nagori KasindIr Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun. Ia bercerita, kala itu dirinya hendak ke ladang menjaga kebunnya yang sering di serang monyet.
Tiba di lokasi penemuan, Erikson terkejut melihat sesosok jasad manusia dengan posisi telungkup di dalam bondar (saluran irigasi). Penasaran akan temuan itu, lantas ia pun mrmbalikkan tubuh korban.
“Terkejut kali bah melihat jasad itu, ternyata Fernando Rajagukguk,”Ucapnya.
Ia pun bergegas lari memberitahu kakak kandung korban beserta penduduk kampung agar melihat fernando telah tewas di bondar. Usai memberitahu temuan kepada pihak keluarga, Erikson juga melaporkan temuan jasad ke Polsek Tiga Balata.
“Aku lari ke rumah kakak nya dan memberitahukan juga kepada orang kampung bahwa fernando sudah tewas di bondar. Usai kuberitahu kepada pihak keluarga, saat itu juga aku ke Polsek Tiga Balata juga melaporkan korban,”ujarnya lagi.
Setibanya di lokasi bondar, kakak korban Dorista Rajagukguk (46) histeris sejadi-jadinya ketika melihat adiknya ditemukan tewas dalam posisi telungkup. Jasad fernando pun akhirnya di evakuasi warga ke rumah duka untuk di semayamkan.
Hal senada juga di ucapkan warga setempat dan Pangulu, bahwa korban mengidap penyakit sawan air yang sering kumat. Warga juga sudah beberapa kali menyelamatkan korban kalau penyakitnya kambuh
Ketika dikonfirmasi awak media, Kapolsek Tiga Balata AKP A Saragih membenarkan temuan mayat Fernando Rajagukguk di dalam Bondar (aliran irigasi).
Hanya saja, saat menerima pemberitahuan jasad korban dari warga, personil Polsek turun ke lokasi tidak menemui korban karena sudah di bawa keluarga bersama warga ke rumah duka.
“Benar tadi sore ada temuan mayat pria di dalam bondar tepatnya di belakang kantor kepala desa kasindir. Saat anggota ke lokasi, jasad korban sudah di bawa keluarga dan masyarakat ke rumah duka. Keluarganya juga tidak bersedia jikalau korban di autopsi, tetapi pihak keluarga juga sudah membuat surat pernyataan tidak keberatan,” Terang Kapolsek. (Turnip)




Discussion about this post