Tingkat kepercayaan warga atas kepemimpinan Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah kian merosot. Hal tersebut terlihat dari makin banyaknya aksi yang meminta agar Hefriansyah dilengserkan dari jabatannya.
Beberapa waktu lalu Hefriansyah dan sekelompok orang-orangnya dinilai telah menista Suku Simalungun dalam perayaan HUT ke 147 Kota Pematangsiantar. Selain dinilai menista, perayaan HUT pun disinyalir sarat KKN dan pelanggaran.
Mirisnya lagi, Hefriansyah dianggap tega “berjoget ria” dalam pesta HUT Kota Siantar, sementara sejumlah warga di beberapa wilayah kesulitan pasokan air bersih.
Tuntutan warga etnis Simalungun agar Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah turun dari jabatannya karena dianggap melakukan penistaan terhadap etnis Simalungun terus bergulir. Rangkaian aksi massa yang dilakukan oleh warga etnis Simalungun, berhasil menarik simpati warga lain yang ada di Kota Siantar, khususnya Himpunan Masyarakat Batak Toba (HUMATOB) yang ada di Siantar.
Dalam pernyataan sikapnya, Humatob juga menilai bahwa walikota tidak menghargai kearifan lokal, di mana seyogianya Kota Siantar itu adalak bagian tak terpisahkan dari etnis Simalungun.
“kami dapat merasakan yang dialami saudara-saudara kami Suku Simalungun yang merasa tidak dihargai sebagai leluhur Kota Siantar, dan kami mengkhawatirkan kemarahan Suku Simalungun akan berdampak negatif,”ujar Ladon Simanjuntak dari Humatob.
Sambung Ladon, sikap dan kebijakan walikota yang tidak menghargai kearifan lokal sehingga membuat ketersinggungan Simalungun berpotensi menimbulkan keresahan SARA di masyarakat Siantar.
“Padahal, pemerintah seharusnya menciptakan kedamaian di tengah masyarakat dengan menghargai dan menjaga kearifan lokal,” tegasnya.
Humnatob meminta DPRD Kota Siantar segera memberikan sikap, jawaban atas tuntutan masyarakat Suku Simalungun dengan membuat keputusan yang berpedoman kepada ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Sebab, walikota dinilai telah menciprakan keresahan berbau SARA dan melanggar sumpah jabatan sebagai walikota.
Selain membuat surat Pernyataan Sikap dari Humatob, kata Ladon, pihaknya juga turut serta turun kejalan bersama warga etnik Simalungun untuk menyuarakan tuntutannya. (Ridho)



Discussion about this post