Seorang bocah berusia 4 tahun tewas tenggelam setelah terseret arus air di saluran irigasi di kampungnya. Berita menyedihkan ini datang dari Dusun II, Nagori Palianaopat, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun.
Anderson Situmorang (4) bocah malang itu diketahui tewas setelah ditemukan pada Sabtu (15/2) pagi di sungai yang berjarak 600 meter dari lokasi awal ia hanyut.
Di mana sebelumnya pada Jumat (14/2) sore sekitar 15.00 WIB, hujan tengah mengguyur wilayah Dolok Panribuan. Momen itu pun digunakan Anderson dan abangnya bermain di saluran irigasi yang ada di depan kedai tuak.
Tak lama bermain, tetiba korban terseret aliran air deras yang datang dari hulu. Abang korban dan seorang temannya yang lain pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Pangulu Palianaopat dan Polsek Dolok Panribuan. Pencarian pun mulai dilakukan. Tak hanya polisi dan warga, personel TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Basarnas pun turun untuk mencari Anderson.
Namun aksi pencarian terhadap korban belum menuai hasil. Aksi pencarian kembali dilanjutkan keesokan harinya.
Anderson Situmorang akhirnya ditemukan pad Sabtu (15/2) pagi sekitar pukul 06.45 WIB. Namun sayang, saat ditemukan, bocah itu sudah tak bernyawa.
Kapolsek Dolok Panribuan AKP Hasoloan Sinambela membenarkan peristiwa itu. Jenazah Anderson selanjutnya dievakuasi dan diaemaymkan ke rumah dukasebelum dimakamkan.
“Jenazah korban (Anderson) sudah kita serahkan ke keluarganya untuk dimakamkan,” kata Hasoloan.




Discussion about this post