Puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pematangsiantar, terlibat keributan dengan dua warga sipil di depan sebuah warnet yang berada di Jalan Katini, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, pada senin (14/19) sekitar pukul 10:30 WIB.
Kejadian pemukulan yang dilakukan oleh Oknum Satpol PP tersebut dipicu oleh ucapan salah seorang perempuan bernama Emi Boru Lingga, saat melihat petugas satpol pp, mengamankan seorang pelajar dari dalam warnet.
“Saya kiranya tadi itu anak saya, karena mirip sama anak saya. Saat melihat pelajar itu dibawa dengan kasar, langsung saya bilang jangan kasarlah pak sama pelajar, trus mereka bilang sama saya kau siapa,” ujar Emi
Mendengar kritikan dari Emi justru menjadikan keadaan memanas, petugas Satpol PP dan Emi terlibat cekcok mulut, di lokasi razia. Melihat Emi berdebat dengan petugas, lantas pria bernama Daniel Marpaung (30) mencoba melerai. alih-alih masalah selesai, justru tindakan petugas satpol kian memanas dan langsung membawa paksa Daniel. Petugas menarik Daniel ke dalam truk dan memukulnya hingga pada pelipis kirinya luka.
“Saya melihat kakak itu tadi berdebat sama satpol pp, yang namanya laki laki, punya perasaan pasti membela bang. Saya bilangnya janganlah kasar sama perempuan, rupanya mereka nggak terima. Saya ditarik paksa dan di dalam truk saya dipukuli” ujar Danie.
Bahkan dalam kericuhan yang terjadi Emi sempat terjatuh di antara kerumunan anggota satpol PP saat hendak mengamankan Daniel yang ditarik paksa memasuki truk Satpol PP.
Menurut Emi, tindakan yang dilakukan oleh petugas Satpol PP Siantar sangatlah tak memiliki kebaikan, yang terkesan anarkis kepada masyarakat. “Yang membela akunya tadi, abang itu karena aku ribut sama petugas, tapi orang ini ( satpol pp ) langsung membawa paksa abang itu sampai sampai memukul dia,” Kata Emi.
Saat ditemui dikantor Satpol PP, Daniel mengatakan akan mengadukan oknum Satpol PP yang memukulnya, jika pihak Satpol PP tidak bertanggung jawab atas pemukulan tersebut.”Iya akan saya laporkan ini, tindakan pemukulan yang mereka lakukan sama saya,” ujarnya singkat.
Kakan Satpol PP Kota Pematangsiantar, Robert Samosir yang dikonfirmasi Newscorner.id mengatakan kalau dirinya tidak ikut dalam razia tersebut dan sedang berada di luar kota. Ia pun menyarankan agar menghubungi Maraja Nababan, bawahannya.
“Ya aku ga ikut dalam razia itu, sama Maraja nababan lah. Aku lagi tugas di luar kota,” ujar Robert.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP, Maraja Nababan mengatakan petugasnya yang terlibat ricu saat razia tersebut menurutnya dipicu karena kesalah pahaman antara warga dan petugas, saat pihak satpol pp melakukan razia anak sekolah yang masih bolos di warnet warnet.
“Namanya aja resiko, di lapangan mungkin terbawa emosi, saat petugas melakukan razia terhadap pelajar yang bolos di jam sekolah di warnet warnet, sehingga mungkin karena kesalahpahaman lah jadi ribut. Tapi itupun sudah kami selesaikan secara baik-baik di kantor,” ujar Maraja.( Hendri )




Discussion about this post