Pengalihan suara antar sesama calon anggota DPR-RI di satu partai disinyalir terjadi. Pengalihan suara itu ada di Partai Golkar daerah pemilihan Sumut III. “Ada upaya sekelompok orang mengalihkan suara Golkar dan suara antar caleg,” demikian diungkapkan Politikus Partai Golkar, Anton Sihombing kepada wartawan di Tiga Balata, Simalungun, Jumat, 19 April 2019.
Menurut Anton, DPD I Golkar Sumut saat ini tengah mentabulasi data perolehan suara pemilihan legislatif di setiap tingkatan. Hasil sementara, suara Golkar untuk DPR-RI di tiga daerah pemilihan (Dapil) khususnya Sumut III cukup menggembirakan. Hanya saja kata dia, ada upaya sistematis melakukan politik tidak beradab dengan cara mengalihkan suara antar caleg. “Kita mengendus adanya pengalihan suara antar Caleg di Golkar khususnya dapil Sumut III,” ungkap Anton.
Dapil Sumut III meliputi 10 kabupaten kota, salah satunya Kota Tanjung Balai.
Suara di daerah itu berdasarkan data yang tercatat di tabulasi Golkar Sumut, Anton mendapatkan 1.109 suara, sementara Ahmad Doli Kurnia Tanjung mendapat 9 ribuan. Jumlah perolehan suara miliknya kata dia tak sebanding dengan apa yang telah diperjuangkannya hingga masyarakat bisa menikmatinya.
“Saya sudah berkali- kali datang ke Tanjung Balai. Kita bawa Komisi V. Kita bawa anggaran infrastruktur jalan lingkar, bedah rumah, jembatan gantung. Masa yg milih 1.109 orang,” keluh dia.
Disparitas itu dicurigai Anton adanya upaya sitematis Golkar Sumut memenangkan Caleg tertentu. Hal itu ditandai dengan mendatangkan Ketum Golkar di Tanjung Balai, membagi-bagikan Sembako dan mempengaruhi pilihan pengurus, anggota, kader dan simpatisan Golkar.
“Dari awal, Golkar Sumut mengarahkan ke Caleg nomor 1. Ini politik tak beradab. Ini sungguh berbahaya,” tegas Anton.
Lantas, Anton pun menyesalkan hal itu terjadi dan mengecam poltik sistematis itu. Bagi Anton sendiri, ini bukan perkara menang atau tidak.
“Partai Golkar sebagai partai tertua, terbuka dan demokratis. Jika ada mengarahkan ke calon tertentu, berarti sudah mengalami kemunduran,” ujarnya.
Kondisi demikian, Anton menegaskan, akan segera melaporkan politik kotor Golkar Sumut ke DPP Golkar, termasuk ke polisi dan penyelenggara pemilu.
Anton juga mengendus uang saksi Golkar tidak dikelola dengan baik dan profesional. “Saudara Plt Ketua Golkar Sumut harus fair dan bila perlu diperiksa,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Anton juga berharap penyelenggara pemilu tetap bekerja profesional dan taat aturan. “Jangan mau dipengaruhi oleh Caleg maupun tim sukses menggeser atau merubah suara,” tukasnya.
Publik saat ini tambah Anton tengah konsentrasi mengikuti perkembangan perolehan suara para Caleg. Bila ada pergeseran suara atau perubahan tidak sesuai dengan C1 Plano yang diklaim caleg tertentu lebih unggul meski faktanya berbeda, masyarakat dan timnya ujar Anton akan melakukan perlawanan dan menempuh jalur hukum. “Jangan coba-coba C1 Plano dirubah atau buat C1 Plano tiruan. Kita akan lawan,” pungkasnya. (*)
[15:50, 19/4/2019] Rindu Marpaung..: Tolong dimuat bro
[15:52, 19/4/2019] Rindu Marpaung..: Ada yg tertinggal semalam beritanya.




Discussion about this post