Bencana longsor di kawasan pebukitan Toba yang terjadi pada Rabu (30/10) dini hari sekitar pukul 02:13 WIB di dua lokasi sempat mengganggu akses Jalan Lintas Sumatera. Tepatnya di Simpang Simarjarunjung, Tanjung Dolok dan Aek Nauli, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Longsor tersebut mengakibatkan sejumlah ruas jalan yang menghubungkan Pematangsiantar – Parapat, terganggu karena sejumlah material longsoran menutup badan jalan. Curah hujan yang tinggi dan maraknya pembalakan hutan diduga penyebab longsor
Upaya pembersihan pun langsung dilakukan terhadap material dan lumpur akibat longsor. Kapolres Simalungun AKBP. Heribertus Ompusunggu, S.I.K.,M.si yang didampingi Kasat Lantas bersama anggota kepolisian tiba di lokasi kejadian dan angsung melakukan pengamanan.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah bencana alam tersebut, namun sempat membuat kemacetan arus lalu lintas jurusan Siantar- Parapat.
Sesaat setelah peristiwa itu petugas langusung melakukan pembersihan material longsor di bahu jalan dengan alat berat agar dapat dilalui oleh kendaraan. Pasca pembersihan material longsor, kini jalur dapat kembali dilalui oleh kendaraan.
Kapolres Simalungun AKBP. Heribertus Ompusunggu, S.I.K.,M.si, pada rabu (30/19) pagi mengatakan setelah pihaknya mendapat informasi kejadian longsor Kapolres dan jajaran langsung meninjau lokasi. Di mana hal tersebut di lakukan untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan melakukan penjagaan pada saat proses pembersihan matrial longsor.
“Kita menghimbau kepada masyarakat terutama kepada pengguna jalan agar senantiasa waspada saat melintasi lokasi lokasi yang dianggap rawan longsor,” ujarnya ( Hendri )




Discussion about this post