Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, meresmikan Gedung dan Layanan Cath Lab (Catheterization Laboratory) di RSUD Tarutung, Kamis (18/6).
Fasilitas tersebut dihadirkan untuk memperkuat penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah, sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita bersama unsur Forkopimda, jajaran manajemen rumah sakit, tenaga kesehatan, serta tamu undangan yang hadir.
Direktur RSUD Tarutung, dr Bobby Simajuntak, mengatakan pembangunan Cath Lab merupakan bagian dari program Kementerian Kesehatan untuk memperluas akses layanan kesehatan jantung di berbagai daerah. Kabupaten Tapanuli Utara menjadi salah satu daerah yang memperoleh dukungan fasilitas tersebut.
Menurutnya, pembangunan gedung dimulai pada tahun 2024. Instalasi peralatan selesai pada 6 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan bagi dokter dan tenaga kesehatan yang akan mengoperasikan layanan tersebut. Pada 8 Mei 2026, Kementerian Kesehatan menyerahkan peralatan Cath Lab kepada RSUD Tarutung.
Dengan beroperasinya Cathlab, sejumlah tindakan medis kini dapat dilakukan di RSUD Tarutung, seperti kateterisasi jantung, pemasangan ring jantung (stent), hingga penanganan kasus stroke akut dan aneurisma serebral. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mempercepat penanganan pasien sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan ke rumah sakit di luar daerah.
Dalam sambutannya, Bupati JTP menyampaikan bahwa penguatan sarana kesehatan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau kemarin kita membenahi polinya, sekarang kita benahi laboratoriumnya. Alat pemasangan ring jantung kini sudah hadir di RSUD Tapanuli Utara, demikian juga dokter spesialis dan tenaga perawatnya,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa keberadaan fasilitas modern harus diimbangi dengan pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah.
“Infrastruktur yang baik harus sejalan dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul. Pelayanan harus ramah, cepat, aman, dan profesional,” tegasnya.
Dia juga mendorong manajemen rumah sakit untuk memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan yang menunjukkan dedikasi dan kinerja terbaik sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi dalam meningkatkan mutu pelayanan.
Salah seorang pasien Poli Jantung RSUD Tarutung mengaku bersyukur atas hadirnya Cathlab. Menurutnya, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan penanganan medis karena tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.
Beroperasinya Cath Lab diharapkan semakin memperkuat peran RSUD Tarutung sebagai rumah sakit rujukan di kawasan Tapanuli, sekaligus menghadirkan layanan kesehatan yang lebih cepat, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat. ( Friska )


