Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda NEWS Regional Siantar
Cegah Harga Pangan Melonjak, Pemko Pematangsiantar Perkuat Sistem Peringatan Dini Inflasi Lewat Cik Laila

Cegah Harga Pangan Melonjak, Pemko Pematangsiantar Perkuat Sistem Peringatan Dini Inflasi Lewat Cik Laila

Editor: NEWSCORNER.ID
7 Juli 2026 | 15:05 WIB
in Siantar
0
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah melalui pemanfaatan teknologi dan data. Salah satunya dengan mengembangkan Early Warning System (EWS) Cik Laila (Cek Informasi Kebutuhan Pengendalian Inflasi Terintegrasi) sebagai sistem peringatan dini untuk membaca potensi gejolak harga bahan pokok.

 

Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Early Warning System (EWS) Cik Laila Kota Pematangsiantar yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik, Selasa (07/07/2026).

 

Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pematangsiantar Subrata Nata Lumbantobing SSTP MSP.

 

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Wesly yang dibacakan Subrata, disampaikan bahwa stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

 

“Kenaikan harga yang tidak terkendali tidak hanya menurunkan daya beli masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan angka kemiskinan, mengganggu aktivitas ekonomi, serta memengaruhi stabilitas sosial,” ujar Wesly.

 

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan ketika harga sudah melonjak. Pemerintah harus mampu mendeteksi gejala awal agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

 

“Di sinilah pentingnya membangun Early Warning System yang mampu memberikan informasi secara cepat, akurat, dan mudah dipahami oleh para pengambil kebijakan,” katanya.

 

Melalui EWS Cik Laila, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) diharapkan mampu mengidentifikasi komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga, gangguan pasokan, hingga potensi risiko inflasi sebelum berdampak luas kepada masyarakat.

 

Wesly menegaskan keberhasilan sistem tersebut sangat bergantung pada kualitas data dan sinergi antarinstansi, mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, perangkat daerah, pengelola pasar, hingga akademisi.

 

“Saya berharap hasil FGD ini tidak berhenti pada konsep, tetapi menghasilkan rumusan yang aplikatif, memiliki metodologi kuat, indikator terukur, serta dapat diterapkan secara berkelanjutan sebagai instrumen pendukung pengambilan keputusan,” tegasnya.

 

Ia juga berharap EWS Cik Laila tidak hanya menjadi alat pemerintah, tetapi mampu menjadi sumber informasi bagi masyarakat dan pelaku usaha sehingga tercipta transparansi harga dan meningkatnya kepercayaan publik.

 

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman mengatakan, FGD tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui pemanfaatan data, sistem peringatan dini, serta respons kebijakan yang lebih cepat dan terkoordinasi.

 

“Melalui EWS, koordinasi TPID diharapkan tidak hanya bersifat responsif, tetapi semakin preventif dalam membaca potensi tekanan harga sejak dini,” jelasnya.

 

Ahmadi menerangkan, BI Pematangsiantar telah menginisiasi dashboard EWS berbasis Excel dengan memanfaatkan data survei PIHPS Kota Pematangsiantar sebagai dasar pemantauan harga harian.

 

Menurutnya, sistem tersebut tidak hanya membaca perubahan harga, tetapi juga menghitung kontribusi komoditas terhadap inflasi sehingga intervensi pemerintah dapat lebih tepat sasaran.

 

“Dengan pendekatan ini, TPID dapat menentukan prioritas, misalnya membedakan komoditas yang kenaikannya tinggi tetapi berdampak kecil, maupun komoditas dengan kenaikan moderat namun memiliki pengaruh besar terhadap inflasi,” katanya.

 

BI juga menggunakan Model ALPS (Alert for Price Spikes) untuk mendeteksi potensi lonjakan harga dengan membandingkan harga aktual terhadap pola harga normal berdasarkan tren, musim, dan deviasi harga.

 

Ke depan, EWS Cik Laila diharapkan dapat menjadi dasar berbagai langkah pengendalian inflasi, seperti operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, inspeksi pasar, hingga penyampaian informasi harga kepada masyarakat.

 

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Rulianda Purnomo Wibowo SP MEc.

 

Dengan penguatan sistem berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor, Pemko Pematangsiantar optimistis mampu menjaga stabilitas harga serta mewujudkan kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.

Berita Terbaru

NEWS

Kualitas Udara Memburuk, Warga Pematangsiantar Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

19 Oktober 2026 | 20:05 WIB
MEDAN CORNER

Penggerebekan Sarang Narkoba di Gang Nasional Medan: Pengedar Diringkus, Barak Dimusnahkan

19 Oktober 2026 | 18:29 WIB
NEWS

Banjir Berulang di Suka Maju, Warga Keluhkan Belum Ada Peninjauan dari Kecamatan Marihat

19 Oktober 2026 | 16:13 WIB
MEDAN CORNER

Bawa Samurai Saat Ribut Keluarga Di Medan, Dua Terduga Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi

19 Oktober 2026 | 14:03 WIB
MEDAN CORNER

Sarang Narkoba Gang Pantai Medan Sunggal Digerebek, Sejumlah Pelaku Lompat ke Sungai

19 Oktober 2026 | 12:23 WIB
NEWS

FORPROVSU I 2026 Resmi Diundur ke November, Ini Jadwal Terbarunya

19 Oktober 2026 | 10:33 WIB
Simalungun

Bukan Sekadar Upacara, Wakapolres Simalungun Tanamkan Bahaya Narkoba dan Literasi AI kepada Pelajar Assisi

19 Oktober 2026 | 09:14 WIB
Simalungun

Narkoba hingga Balap Liar Jadi Sorotan, AKP Edy Syahputra Perkuat Pembinaan Pelajar SMPN 1 Silou Kahean

19 Oktober 2026 | 08:28 WIB
Simalungun

Kapolsek Bandar Huluan Soroti Kenakalan Remaja, 37 Siswa Pengguna Knalpot Brong Wajib Buat Surat Pernyataan

19 Oktober 2026 | 08:17 WIB
Sumut

Kementerian Ekraf Perkuat Daya Saing Kuliner Samosir, Sertifikasi Kompetensi Jadi Langkah Menuju Pasar Lebih Luas

18 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Sumut

Dari Cita Rasa Lokal Menuju Pasar Global, Kementerian Ekraf Perkuat Kompetensi Kuliner Samosir

18 Oktober 2026 | 18:31 WIB
MEDAN CORNER

Residivis Curas Ditangkap Timsus JCS Polrestabes Medan, Diduga Beraksi di Puluhan TKP

18 Oktober 2026 | 07:50 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport