Video seorang wanita cantik yang terakhir diketahui adalah seorang bidan berinisial AWM (22) asal Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan itu sempat beredar viral dan sampai ke pihak kepolisian. Aksi nekatnya itu disiarkan di salah satu aplikasi bernama Boom Live.
Atas kehebohan itu, polisi langsung melakukan upaya penyelidikan. Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Kurniawi H Barmawi kepada waraewan mengatakan, saat dilakukan pemeriksaan, AWM yang diketahui berprofesi sebagai bidan honorer di Puskesmas Kabupaten Lahat itu mengakui perbuatannya.
Di hadapan polisi wanita muda itu lalu mengaku, alasanya nekat dengan aksi pornografi itu karena ingin mencari pengikut di media sosial Boom live. Dimana jika pengikut dan penonton banyak, maka sejumlah uang pun akan mengalir padanya.
“Saksi ini masih single, motifnya hanya ingin mencari uang,” kata Kasat kepada wartawan
Kepada polisi, ia mengaku telah melancarkan aksi itu sebanyak tiga kali. Namun polisi belum menetapkannya sebagai tersangka.
Sebab polisi masih berusaha mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan saksi.
“Kemarin diperiksa sebagai saksi. Ia mengakui bahwa video tersebut adalah dirinya,” jelasnya. Atas perbuatannya itu, jika terbukti bersalah, AWM bisa dikenakan Undang-Undang ITE Pasal 27 ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara lima tahun.
Kini, nasib bidan bugil di Boom Live berstatus tenaga honorer itu langsung dipecat pihak Puskesmas Lahat.
Seperti dikutip dari Sripoku, pada Kamis (27/8/2020), AWM kini sudah dicoret dari tempat dirinya bekerja.
Hal itu diungkapkan oleh Bidan Koordinasi Puskesmas tempat AWM bekerja, DK.
DK terang-terangan mengatakan, dirinya sudah berhentikan AWM secara tidak hormat.
Bahkan, apa yang dilakukan itu membuatnya marah.
“Tidak ada itu murni urusan dia pribadi. Begitu saya tahu ya masalah ini saya panggil saya berhentikan secara tidak hormat,” kata DK.
“Tanpa sepertujuan pimpinan waktu itu aku ngambil, karena aku emosi”
“”‘Keluar kau tak usah piket lagi’. ‘Tidak usah bekerja lagi di puskesmas’,” tambahnya.
Meski demikian pihaknya sudah memberikan nasihat pada AWM.
AWM dikatakan menangis menyesal atas perbuatannya.
“Cuma aku masih punya berkewajiban untuk menasihati karena dia seorang bidan,” ujar DK.
“Aku nasihati dia, dia menangis, punya penyesalan, penyesalan pas di belakang,” imbuhnya.
Namun, DK merasa penyesalan itu sudah sia-sia.
“Tapi walaupun kau menangis tidak bisa membalikan,” kata dia.
DK merasa apa yang dilakukan AWM telah mencoreng nama baik profesi bidan.
Ia menambahkan, AWM sendiri belum bergabung dengan keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
“Sudah mencoreng bidan dan puskesmas, tapi dia sama sekali belum masuk anggota bidan memang, belum sama sekali gitu”
“Belum masuk organisasi (IDI),” tegasnya.
Tak mau berlarut-larut, DK yang terlihat kecewa mengatakan dirinya sudah tak mau mengurus masalah AWM tersebut.
“Bapaknya pasti malu, kasihan. beban moral, biarin sudah urusan dia,” sambungnya.




Discussion about this post