Warga di sekitar Jalan Mesjid, Gang Belimbing, Lingk III Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota heboh. Sesosok mayat wanita ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya.
Wanita tersebut dikenali adalah Lina (57) wanita berdarah Tionghoa yang diduga jadi korban pembunuhan dalam aksi perampokan.
Sehari-hari Lina diketahui tinggal seorangdiri di rumah tersebut, sementara dua orang anaknya berada di Singapura.
Diduga Lina terlebih dahulu dianiaya hingga pelaku yang belum diketahui identitasnya mengambil 1 unit sepeda motor honda beat, 1 unit TV LED 32 inch, Handphone dan perhiasan yang melekat di badannya.
Korban mengalami luka koyak di leher bawah dan selah jari jempol kanan luka koyak dan berikut luka tusuk pada dada sebelah kiri. Peristiwa tersebut diketahui pada Minggu (10/2) sekitar pukul 11.00 WIB.
Berawal saat Wandyanto anak Lina yang menghubunginya lewat telepon Minggu (10/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Namun setelah dihubungi berulang-ulang oleh Wandyanto dari Singapur tak ada jawaban.
Wandyanto pun menghubungi teman ibunya Lulu (47) warga Jalan A Yani, Kelurahan Kartini Kecamatan Binjai Kota memberitahukan bahwa ia telah berulang-ulang menghubungi ibunya namun tidak diangkat.
Ia pun meminta tolong kepada Lulu agar melihat ibunya ke rumah. permintaan tersebut pun dipenuhi Lulu. Setelah Lulu berada di pintu depan rumah Lina, ia menggedor pintu dan ternyata pintu tidak dibuka.
Lulu kembali menghubungi Wandyanto bahwa pintu rumah Lina tidak dibuka. Wandyanto pun meminta agar Lulu mencari tukang kunci dan selanjutnya setelah tukang kunci dibawa ke rumah korban kemudian pintu depan dapat terbuka.
Setelah Lulu masuk keruangan dapur ternyata ia mendapati Lina sudah tidak bernyawa dengan posisi telungkup di kamar mandi dan kepala bersimbah darah.
Selanjutnya Lulu melaporkan kepada Jimmy yang selanjutnya Jimmy melaporkan kejadian dimaksud ke Polsek Binjai Kota.
Mendapat Laporan tersebut polisi turun ke lokasi dan melakukan olah TKP. Jenazah Lina selanjutnya dievakuasi untuk diaoutopsi. Kasus ini pun tengah dalam proses penanganan kepolisian




Discussion about this post