Ratusan siswa-siswi SMA Negeri 1 Pematangsiantar mengikuti kegiatan Perkemahan Jumat, Sabtu, dan Minggu (Perjusami) di kawasan Danau Toba. Naas, 15 siswa sempat hanyut, dan seorang di antaranya tewas tenggelam.
Siswi yang tenggelam tersebut, Putri Margaret Sinambela (17) kelas Xl IPA 6. Warga Jalan Mangga, Kelurahan Parhorasan Nauli, Kecamatan Siantar Marihat, Penatangsiantar. Ia ditemukan tak bernyawa di perairan Danau Toba, Minggu (22/9) setelah sebelumnya dikabarkan hilang sejak Sabtu (21/9).
Hilangnya korban diketahui sekira pukul 14.30 WIB, setelah para pelajar melakukan giat organisasi di pantai dalam air. Informasi dihimpun, saat kegiatan berlangsung korban bersama rekan sekelompoknya berada pinggir danau yang menyerupai lembah. Tiba-tiba, 15 pelajar masuk ke danau dan tenggelam. Pihak sekolah yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan. Para korban memang ada yang pintar berenang. Selebihnya, dalam kondisi lemas.
Sekretaris organisasi, Shella Panggabean bersama guru pendamping yakni Timbul Pasaribu dan Jimmi Sitinjak mengecek nama-nama siswa yang sempat tenggelam. Saat itu, ketahuanlah, seorang siswi Putri Margaret Sinambela tidak ada. Segera,
pencarian dilanjutkan di lokasi kejadian awal, namun korban tidak ditemukan.
Hilangnya korban sempat simpang-siur. Ada yang mengaku melihat korban sedang berjalan di lokasi kemah, dan ada juga yang mengatakan korban permisi pulang ke Ajibata.
Diketahui, ada 365 siswa yang mengikuti kegiatan tersebut, yakni orang 115 laki-laki dan 250 perempuan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala SMAN 1 Pematangsiantar Bona Sihombing MPd (54) bersama 19 guru pendamping. Kegiatan di bawah Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) itu bertempat di komplek pantai penginapan Jordan Kampung Jambu Kelurahan Parsaoran Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).
Peserta tiba di lokasi kegiatan, Jumat (20/9) sekira pukul 10.00 WIB. Selanjutnya mereka mendirikan tenda, apel, serta cek data peserta, yaitu 365 orang. Kegiatan selanjutnya, dilaksanakan hingga pukul 01.00 WIB dini hari. Sabtu (21/9) pagi, kegiatan pun dilanjutkan, hingga kemudian terjadi musibah tersebut.
Penemuan jasad korban dibenarkan Koordinator Tim Basarnas Danau Toba, Okto Albert Tambunan. Ia mengatakan, pasca kejadian pihaknya bersama petugas Pos Polisi Ajibata melakukan upaya pencarian korban. Jenazah korban ditemukan Minggu (22/9), di tepian Danau Toba dengan kedalaman sekitar 20 meter.
“Setelah mendapat infomasi, kita tim Basarnas bersama petugas Pos Polisi Ajibata serta keluarga korban langsung melakukan upaya pencarian. Sekitar pukul 09.46 WIB, jasad korban di kedalaman sekitar 20 meter,” terang Okto.
Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah sakit di Parapat.
(Hendri)




Discussion about this post