Kelompok paduan suara Indonesia, khususnya Sumatera Utara kian diperhitungan di tingkat dunia. Bahkan, paduan suara asal Sumut dapat bersaing dengan Filipina yang terkenal dengan kualiatas paduan suaranya.
Demikian disampaikan Jonathan Velasco yang menjadi juri dalam festival Inggou Victory (Ivory) Choir tingkat internasional. Velasco dewan juri yang juga berasal dari Filipina mengartikan paduan suara memiliki perbedaan dari musik lainnya.
“Mendengar paduan suara membawa kedamaian dan kesejukan. Untuk paduan suara Indonesia sudah sangat diperhitungkan. Saya sudah mendengar kelompok paduan suara hingga ke timur Indonesia,”ujarnya saat menggelar konfrensi pers di Restauran Internasional, Siantar, Sabtu (11/8/2018).
Direktur Festival Roynaldo H Saragih menjelaskan ini pertama kalinya festival paduan suara tingkat internasional di Sumatera Utara.
Pentas akbar ini diselenggarakan kelompok paduan suara Inggou Victory Children Voice GKPS dalam merayakan 10 tahun eksistensinya di kancah dunia tarik suara dan pengembangan karakter anak melalui seni. Ada empat kategori dalam festival ini yakni anak, remaja, musik sakral (rohani), dan daerah.
“Kita juga ingin melestarikan lagu dna bahasa daerah bagi anak-anak. Karena memang kita ingin kearifan lokal tumbuh dalam karakter anak-anak,”ujarnya seraya mengatakan festival ini telah berjalan sejak Jumat hingga minggu besok.
Roynaldo menjelaskan peserta telah hadir dari beberapa kabupaten/kota di Sumut. Paduan suara dari Filipina juga turut bertarung dalam festival ini.
Roynaldo mengatakan hingga saat ini dari 23 peserta, Sumatera Utara, Jakarta, dan Filipina lolos untuk masuk dalam grand final.
“Rangkaian pagelaran akan diisi dengan parade musik, workshop dan talkshow dengan para ahli paduan suara luar negeri, konser kolosal, meet the jury, festival paduan suara kategori anak, remaja, musik Sakral dan musik rakyat. Akan ada juga grand prix dan drama teatrikal sebagai puncak acara,”tambahnya.
Roynaldo menjelaskan para dewan juri berasal dari Filipina, Jepang, Malaysia, Singapura, Bandung dan Surabaya.
Selama tiga hari berturut-turut, di Kota Pematangsiantar akan disuguhkan penampilan istimewa dari 23 peserta yang akan tampil menunjukkan kebolehan mereka masing-masing. Para peserta ini adalah hasil seleksi yang lolos sesuai dengan keputusan dewan artistik.
Para peserta yang dinyatakan lolos berasal dari Sumatera Utara, Jakarta, dan Filipina. Para juara dari masing-masing kategori akan dilaga kembali memperebutkan grand champion sebagai The Best of the Best.
Inggou Victory sendiri pertama sekali dibentuk pada 10 Agustus 2008 silam. Hingga saat ini Inggou masih bergerak dengan swadaya.
Pemilihan nama Inggou mewakili kelokalan atau daerah yang menyatakan dasar yang mengakar, diikuti kata Victory yang diambil dari bahasa asing(internasional) dengan harapan kelompok ini mengakar dan mendunia.
Harapannya ke depan Pemerintah dapat memberi perhatian. Sebab hal tersebut pun merupakan tanggung jawab masing-masing Pemda dalam membangun sumber daya manusia. (***)




Discussion about this post