Pasca putusnya jembatan di Jalan Lintas Provinsi jurusan Pematangsiantar-Tanah Jawa di Nagori Parbalogan Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Kamis (17/10) siang, warga dibantu TNI dan Polri membangun jembatan darurat. Warga pun sudah dapat melintasi jembatan tersebut.
“Mau bagaimana lagi? Mau tak mau ya harus melalui jembatan ini biar bisa pergi dan pulang sekolah seperti biasa,” ujar Melly, salah seorang siswi SMA.
Selain oleh pejalan kaki, jembatan darurat juga digunakan oleh pengendara sepedamotor untuk melintas, dengan tetap dalam pengawasan aparat TNI- Polri dan warga sekitar.
Jembatan putus setelah hujan deras mengguyur wilayah Siantar-Simalungun sejak pagi. Luapan air deras yang datang dari dalam perkebunan kelapa sawit milik PTPN 4 Kebun Unit Marihat langsung mengikis pondasi jembatan yang dalam proses pengerjaan. Sehingga merubuhkan jembatan sementara yang selama ini digunakan warga.
Akibat putusnya jembatan, arus lalu-lintas terpaksa dialihkan melalui jalur lintas Perkebunan PTPN 4 Unit Marihat, dengan pengawalan personel Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun. Sedangkan angkutan umum harus estafet mengangkut dan menurunkan penumpang.
“Kami ngetem di titik masing-masing. Kalau dari Siantar, kami ngetem di sini untuk menunggu penumpang yang menyeberang dari Tanah Jawa,” ujar supir angkutan umum, Rudi. (Hendri)




Discussion about this post