Unit usaha yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan semestinya mengedepankan kepuasan serta layanan maksimal kepada pelanggan atau pengguna jasa.
Namun sering terjadi sebaliknya, di satu sisi perusahan mengklaim sebagai yang terbaik dan menawarkan sejumlah keunggulan. Namun kenyataan yang dialami dan diterima customer tidak sesuai dengan ekspektasi, pun yang ditawarkan penyedia jasa.
Seorang mahasiswi asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, Asni Masjunita Purba (28) yang sudah beberapa waktu terakhir menjadi pelanggan tetap jasa angkutan Executive Tiomaz Trans pun meluapkan kekecewaan atas layanan buruk yang diterimanya sebagai penumpang.
Saat dihubungi Newscorner.id, ia mengisahkan pada Sabtu (15 /2) sore sekitar pukul 15.00 WIB ia dan dua orang temannya membeli tiket perjalanan dari Medan dengan tujuan Pematangsiantar. Setelah ongkos sebesar Rp.180 Ribu dibayar sesuai tarif yang ditetapkan Tiomaz Trans, merek pun dipersilahkan naik ke dalam mobil ber nomor polisi
BK 7703 DP.

“Aku tiap minggu pengguna Tiomaz bang. Jumat dari Siantar,
Sabtu dari Medan, kadang Minggu.
Seperti biasa aku pulang kuliah langsung balik ke Siantar,”terang Asni.
Selaku penumpang, Asni pun menanyakan pada supir tentang tas bawaannya apakah tidak ditaruh ke bagasi, namun sang supir menjawab bahwa tidak ada bagasi.
Kata Asni, menurut pengalamannya naik angkutan itu, dua bangku paling balakang tidak diisi penumpang karena dijadikan bagasi.
‘Karena di belakang gak ada bagasi. Aku nanya. Bang tasku kemana. Karena ketepatan aku bawa tas besar.
Gak ad bagasi katanya. Buat aja di gang itu nanti diatur. Dia pun jawab gak sopan,”kisah Asni.
Asni mulai kecewa, pun ia sebenarnya tidak terim jika tas bawaannya ditaruh di jalan tempat lalu lalang penumpang.
“Posisinya masa tasku dibuag di gang yang orang pada lewat. Jadi tasku dilangkah-langkahi, malah sampe terpijak-pijak,”kesal Asni.
Kecewa pastinya, Asni memilih menggunakan jasa pengangkutan itu dengan harapan dapat pelayanan yang baik.
“Katanya mau diatur . Yang ada tasku ditidurkan. Alhasil tas jadi kotor dan malah dipijak. Dia gak ada minta maaf. Sampe Siantar dia biarkan,” tambahnya.
Mendengar Asni komplain, setibanya di Pematangsiantar, supir angkutan tetsebut malah tak menggubrisnya dan berlalu pergi.
“Sampe Siantar dia hanya menurunkan barang yang lain dan barang paket. Yang geser tas ku ya supir yang mau ngantar sewa ke tempat. Supir yang gak tau sopan, bawa dari medan dengar aku komplain, ak dipedulikan, malah cuek dan pergi,”beber Asni.
Kekesalan dan kekecewaan Asni yang kini tengah kuliah pasca sarjana di Universitas HKBP Nommensen Medan itu pun belum dapat respon dari pengelola dan managemen Eksekutive Tiomaz Trans. Asni pun meluap kn kekesalannya di media sosial.
“Sekelas jasa angkutan Tiomaz ongkos mahal. Tapi pelayanan tidak baik gara -gara oknum yang tidak tahu sopan santun. Aku KECEWA. Saya juga supir. Pernah jadi Supir Gocar dan Supir Rental. Tapi saya Tau Sopan Santun,” kecewanya.
Setelah diunggahnya ke media sosial, sejumlah netizen pun merespon dan ikut menuliskan tanggapan. Dari sana diketahui, ternyata Asni tak sendiri, sejumlah penumpang lainnya pun pernah dikecewakan penyedia jasa angkutan yang baru beberapa waktu lalu menapak di Pematangsiantar itu.
Berikut sejumlah komentar dari netizen yang mengaku pernah menggunakan jasa angkutan itu,
“mank ada tu supir Tiomaz trns itu,,buat kesal dek,,kk jg prnh tu,,kecewa,,katany antar jemput…eh pas antar kk ikut mama q,,,supirny merepet” pdhl rmh kk dktny dri loket,,tpi ada jg yg baik???,
Asni tiomas dari medan kah?kemarin juga aq baru bermasalh,tapi mereka minta maaf..ada supirnya ama agenya yg pendek” gitu..kemarin aq buat sampai nunduk mereka,terkadang mereka kira sewa itu bakal diam..
Semangat botou holi baen hita travel ta da ,au pe ongga do sonai botou sampai barangku rusak semua dibilang muat padahal gak sampe penyok semua???
Sama kayak aku kmren dk
Pake no tempat duduk
Tp kenyataannya ga ada tak sesuai sama no tempat duduk.
Pokoknya ga la pelayanan mereka
Baru kerjain semalam sm seperti aku bot, pelayanan tiomaz ga bagus, janji pastii dijemput dan ketika waktu berangkat penumpang dipaksa datang ke loket karena tidak ada bus jemputan” Demikian komentar mereka.
Atas kekecewaan terhadap buruknya pelayanan jasa angkutan tersebut, Newscorner.id masih berusaha mendapatkan penjelasan dan konfirmasi pihak Tiomaz Trans.




Discussion about this post