Titik lokasi berkibarnya Bendera Merah Putih pertama kali di Kota Pematangsiantar menjadi sebuah pertanyaan setelah adanya renovasi bangunan di sekitaran parkiran pariwisata.
Kota Pematangsiantar memiliki banyak peninggalan-peninggalan sejarah (Heritage). Situs adalah lokasi suatu kejadian, struktur, objek, atau hal lain, baik aktual, virtual, lampau, atau ditencanakan.
Pada tanggal 27 September 1945 terjadi peristiwa penggerekan/pengibaran Bendera Merah Putih yang pertama di Pematang Siantar/Simalungun oleh Pemuda-pemuda dan kekuatan Rakyat Siantar/Simalungun.
Guna mengenang perisitiwa pengibaran Bendera Merah Putih tersebut, pada tahun 1996 dibangun sebuah prasasti. Prasasti diukir pada marmer hitam dilekatkan di atas bangunan konstruksi bata masif, yang sekarang terletak di Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Siantar Barat, sekitaran lapangan pariwisata Kota Pematangsiantar.
Saat dikonfirmasi terkait lokasi prasasti yang akan dijadikan wc umum di Lapangan Pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata, Kusdianto, yang juga menjabat sebagai Plh Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, menjawab bahwa lokasi pengibaran Bendera Merah Putih berada di sekitaran lapangan parkir Pariwisata.
“Dimana letak lokasi pengibaran Bendera Merah Putih, ya disekitaran situ. Kita kan mau memperindah Kota dengan merubah (menyulap) lapangan pariwisata. Dulu di sekitaran prasasti itu tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Sekarang kan sudah cantik,” ucap Kusdianto.
Ditempat yang berbeda, menurut seorang Guru Sejarah, Rado Damanik, memahami bahwa situs warisan sejarah seperti lokasi pengibaran Bendera Merah Putih dan Prasasti yang berada di lapangan pariwisata ialah sebuah simbol perjuangan masyarakat Pematangsiantar dulunya.
“Jangan sesekali melupakan sejarah, apalagi sampai mencoba untuk menghilangkan nilai-nilai sejarah. Lokasi pengibaran Bendera Merah Putih dan Prasasti di lapangan pariwisata memang belum terdaftar sebagai Cagar Budaya, meskipun begitu dengan adanya renovasi bangunan di sekitaran lapangan pariwisata akan memudarkan dan menghilangkan nilai sejarah di sana. Bisa saja posisi awal mengalami perubahan,” ujarnya. (Dedi Damanik)




Discussion about this post