Lamhot Damanik (32) seorang supir angkutan umum babak belur dimassa warga Jumat (01/11) sekitar pukul 15.00 WIB. Ia dihajar setelah tertangkap mencabuli siswi SMA yang masih semarga dengannya sebut saja M (15) di komplek Fakultas Pertanian Universitas Simalungun (USI) Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Siantar Sitalasari.
Kronologis kejadian itu bermula saat korban warga Kecamatan Siantar Marihat pulang dari sekolah. Gadis itu lalu pergi ke depan Indomaret, di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara untuk menunggu angkutan umum jurusan ke rumah neneknya.
Namun tetiba muncul pelaku yang melihat korban sedang berdiri di depan Indomaret. Lamhot menghampiri dan mengajak korban menemui kakaknya di Jalan Sibatu Batu yang disetujui sang gadis.
Lalu, pelaku langsung memberhentikan satu unit angkutan umum jurusan ke arah Rindam. Pelaku dan korban yang sebelumnya telah saling kenal berangkat naik mobil. Namun di tengah jalan, tepatnya di depan Fakultas Pertanian Universitas Simalungun (USI), pelaku meminta sang supir untuk berhenti. Kemudian pelaku mengajak korban untuk turun, lalu berjalan kearah kampus USI.
Korban pun mengikuti semua permintaan si pelaku. Setiba di seputaran jembatan Fakultas Pertanian Universitas Simalungun, pelaku melancarkan aksinya melucuti pakaian sekolah korban.
Korban diraba-raba dan alat vitalnya dimasuki jari. Namun, saat pelaku tengah asik melancarkan aksinya, Sejumlah mahasiswa dan seorang petugas keamanan USI memergokinya.
Pelaku diamankan oleh personil Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Siantar Martoba, Polres Siantar yang tiba di lokasi.
“Silap tadi aku bang.Tolonglah aku bang. Aku sudah punya anak istri, dan rumahku di Tengkoh Sibatu-batu,”ujar Pelaku Lamhot Damanik dengan menahan sakit akibat dipukuli warga.
Terpisah, Kapolsek Siantar Martoba Iptu Resbon Gultom SH, membenarkan pelaku Lamhot telah diamankan setelah ketangkap basah mencabuli seorang pelajar SMU.
“Pelaku sudah kita serahkan kepenyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Siantar untuk diproses lebih lanjut,”ujar Resbon Gultom singkat.




Discussion about this post