Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen (UHN) Pematangsiantar yang diprakarsai Keluarga Besar Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen (KBM) dari beberapa fakultas menggelar Kegiatan 10.000 Lilin untuk Perdamaian Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di kampus UHN, Jalan Sangnaualuh Damanik Pematangsiantar, Jumat (4/10).
“Kegiatan itu ada atas dasar keresahan mahasiswa terkait permasalahan yang terjadi di Indonesia beberapa hari belakangan ini. Seperti pelanggaran HAM di Papua, yakni Jayapura dan Wamena,” terang Siska Siburian selaku salah satu koordinator kegiatan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri beberapa dosen UHN Pematangsiantar. Salah satunya Pdt Sunggul Pasaribu, yang merupakan dosen prodi FKIP PAK.
Sementara Lundu Parhusip yang juga bagian dari koordinator kegiatan menerangkan, acara tersebut diharapkan mampu membawa kedamaian bagi bangsa ini, khususnya persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), R-KUHP, UU KPK, dan kasus di Papua.
“Mahasiswa mendukung pemerintah untuk menuntaskan kasus HAM dan mengingatkan warga Papua bahwa kita itu satu, satu dalam Kebhinekaan,” tambah Lundu.
Bentuk kegiatan yang digelar antara lain orasi, puisi, dan bernyanyi.
“Dengan adanya kegiatan ini pemerintah dapat mendengar aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa, baik yang di pusat maupun di daerah,” tutup Siska. (*)




Discussion about this post