Mayat anak laki laki dengan kisaran usia 10-11 tahun, Jumat (5/4/2019) ditemukan mengambang di Sungai Batangtoru desa Sigurung-gurung dekat gardu induk PLN, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut.
Sarwoedy, warga Pahae Jae yang ikut dalam evakuasi mayat mengatakan, yang pertama melihat mayat tersebut adalah Rahmadi Sitompul, petugas gardu induk ketika mau ke ladang.
Ditambahkannya, kondisi mayat saat ditemukan dalam keadaan telungkup, telanjang dan berbarengan dengan akar akar kayu dan sampah.
Selanjutnya Rahmadi memposting kemedia sosial facebook dan direspon aparat serta masyarakat luas.
Sarwoedy juga menyebut bahwa mayat tersebut adalah JIO,Anak SD yang hanyut disungai Aek situmandi jumat(28/3/2019) lalu.
Kepastian itu didapat oleh Sarwoedy dari pengakuan orang tua JIO yang datang melihat langsung mayat tersebut.
“Saya langsung yang menanyakan orang tua JIO, dan mereka yakin itu mayat anaknya”, ujar Sarwoedy.
Ditambahkan Sarwoedy, saat penemuan sesosok mayat terapung tersebut muncul di sosmed, orang tua JIO dan keluarga langsung datang ke Pahae Jae untuk memastikan.
Aiptu Sutomo simaremare Kasubbag humas Polres Tapanuli Utara mengatakan, saat ini masih dilakukan evakuasi mayat ke RSUD Tarutung.
Dan orang tua dan keluarga dari JIO , anak yang hanyut minggu lalu akan dimintai untuk mengenali mayat tersebut.
Sebelumnya Jumat(28/3/2019) JIO anak SD hanyut ketika berenang di Sungai Batangtoru desa Siraja hutagalung, Kec.Siatas barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut.
Saat itu selama tiga hari Kepolisian ,BPKB dibantu masyarakat dan bahkan menggunakan alat berat melakukan pencarian disekitar sungai tersebut. Namun hari Minggu(30/3/2019) pencarian tersebut dihentikan (Maju Simanungkalit)




Discussion about this post