Masih pukul 02.00 WIB dini hari, ditambah listrik padam. Namun warga sudah heboh. Sebab, terjadi kebakaran di pemukiman mereka.
Kebakaran tepatnya terjadi di pekarangan rumah salah seorang warga, Nurul Huda. Hanya saja, warga tak mengetahui persis apa yang terbakar itu.
“Dini hari tadi, sekitar pukul 02.00 WIB, saat saya sedang berada di warung kopi, salah satu warga berteriak minta tolong karena ada yang terbakar,” terang Kades Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Barat, kemarin.
Yang berteriak minta tolong adalah Nurul Huda. Warga Dusun Krajan itu ada sesuatu yang terbakar di pekarangannya. Nurul kemudian memanggil warga lainnya untuk membantu memadamkan api.
Begitu api berhasil dipadamkan, warga terkejut karena yang terbakar adalah dua orang yang sudah tergeletak tak bernyawa. Entah meninggal dulu baru dibakar, ataukah mereka dibakar hingga tewas.
“Ternyata ada dua orang terbakar, juga ada api. Warga langsung memadamkan,” terang Yudie.
Kedua mayat ditemukan tergeletak berdekatan. Satu korban dalam posisi telentang dengan lutut kaki kanan tertekuk dan masih mengenakan sarung berwarna hijau daun, sedangkan badannya tertutup kain batik berwarna biru.
Satu korban lainnya tergeletak dengan lengan kanan berada di bawah. Tubuhnya tertutup kain warna biru, pakaian bermotif coklat dengan bawahan kain coklat lebih muda.
“Saat ditemukan warga subuh tadi kondisi korban masih terbakar. Bangunan (gubuk bambu) juga masih terbakar,” ungkap Yudie.
Tak hanya itu, Yudie mengungkapkan keduanya ditemukan dalam keadaan terikat.
Perangkat desa lantas melaporkan kejadian ini ke polisi. Polisi yang tiba di lokasi melakukan olah TKP. Setelahnya kedua mayat dibawa ke RS Bhayangkara, Gempol, untuk diautopsi.
Setelah polisi tiba, identitas keduanya terkuak.
“Identitas kedua korban sudah diketahui. Keduanya warga Kabupaten Pasuruan,” kata Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Dewa Putu Prima Yogantara.
Korban pertama bernama Sya’roni (58), warga Dusun Pejaten, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, sedangkan korban kedua bernama Imam Sya’roni (70), warga Desa Selorentek, Kecamatan Kraton.
Polisi kemudian memastikan keduanya merupakan korban pembunuhan. Di hari yang sama, polisi mengamankan M Dhofir (59), tetangga Nurul. Rumahnya berseberangan dengan Nurul. Ada pula seorang saksi lain yang diamankan.
“Pelaku sudah kita amankan. Tapi masih didalami karena kita masih melengkapi barang bukti. Juga ada saksi lain yang diamankan,” terangnya.
Awalnya warga mengira kedua korban adalah murid Dhofir. Yudie menjelaskan Dhofir dikenal berprofesi sebagai dukun.
“Dia buka praktek dukun. Mungkin korban ini muridnya,” tutur Yudie.
Namun tak berapa lama kemudian, polisi menetapkan Dhofir, istrinya, Nanik Purwanti (30) dan seorang pelaku lainnya, Zainudin (30) sebagai tersangka.
Ketiga tersangka sebelumnya diamankan sebagai saksi. Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres, polisi kemudian menetapkan mereka menjadi tersangka.
Dari pengakuan Dhofir diketahui motif pembunuhan dengan cara dibakar ini adalah sakit hati tersangka kepada korban. Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo mengatakan tersangka ingin balas dendam kepada korban karena pernah disakiti dengan ilmu hitam.
“Diduga tersangka dendam kepada korban karena pernah menderita sakit akibat disantet oleh korban,” jelas Rizal.
Meski demikian, polisi tak akan berhenti begitu saja pada pengakuan tersangka terkait motif pembunuhan. Menurutnya, masih ada kemungkinan motif lain di balik pembunuhan keji tersebut.
“Kami masih mendalami kasus ini,” imbuh Rizal.




Discussion about this post