Telah dicatatkan penambahan pasien positif Covid-19 sebanyak 6 orang di Simalungun pada (15/6) pagi. Sehingga total pasien yang dirawat saat ini menjadi 24 orang, 19 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal, sampai dengan hari ini, akumulasi total kasus Positif Covid19 di kabupaten Simalungun bertambah menjadi 44 orang.
Hal tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Simalungun JR Saragih, melalui humas gugus, Akmal Siregar menyampaikan, penambahan pasien Covid19, merupakan warga Kecamatan Bandar Huluan
Penambahan pasien di wilayah ini merupakan hasil tindakan kerja cepat tim medis beserta satuan gugus tugas kecamatan bandar huluan bersama TNI dan Polri, guna menindaklanjuti perintah ketua gugus tugas, pasca diumumkannya 2 pasien positif Covid19 pada beberapa waktu lalu, yang mempunyai riwayat kontak dan terpapar pada pasien terdahulu.
Kadis kesehatan, dr. Lidia Saragih, menyampaikan penambahan 6 orang pasien ini merupakan hasil pemeriksaan swab yang dilakukan dari 7 orang sebelumnya yang dinyatakan reaktif rapid test. Dengan penambahan ini, total pasien positif hasil swab berjumlah 17 orang, ini merupakan kasus pertama terbesar yang ditemukan dalam satu wilayah.
Selanjutnya, dari keseluruhan pasien ini, telah ditangani dan menjalani perawatan di RSUD Perdagangan, pada hari Sabtu (13/06/2020). Dari keseluruhan pasien positif Covid19 dari Tanjung Hataran, terdiri dari 3 orang laki laki dan 3 perempuan. Pasien Tertua berumur 90 tahun, dan salah satunya merupakan remaja berumur 12 tahun.
Kadis kesehatan, dr.lidia Saragih, menyampaikan hasil pemeriksaan ini dikeluarkan oleh Lab Swab RSUD Perdagangan dengan Test Cepat Molekuler (TCM).
“Kita bersyukur telah memiliki alat uji ini, sehingga membantu mempercepat penanganan pasien Covid19 di Simalungun.
“Ketua Gugus Tugas, pagi ini melakukan kunjungan lapangan guna melihat langsung kondisi wilayah dalam penanganan memutus penyebaran Covid19.
Berikan kami doa dan kepercayaan, warga yang positif ini kami berikan pelayanan secara maksimal. Masyarakat tidak menjadi panik, Kewaspadaan dan ketaatan melaksanakan protokol kesehatan tetap harus kita tingkatkan,”ujarnya


Discussion about this post