Hari ini 22 Desember 2018, diperingati sebagai hari ibu. Berbagai kegiatan dan aksi dilakukan sejumlah individu, instansi maupun kelompok dalam memperingatinya.
Di Polda Jambi, Provinsi Jambi AKBP Dilia Tri Rahayu Setyaningrum seorang polwan cantik yang juga ibu dari tiga anak menjadi Komandan Upacara(Danup).
Kepada Newscorner.id AKBP Dilia Tri Rahayu Setyaningrum, polwan yang saat ini menjabat Kepala Bagian (Kabag) Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jambi, itu memeberkan bagaimana ia menjalani sebagai polwan yang juga ibu dari tiga anaknya.

Menikah dengan Kompol Agung Budi Leksono, SH, SiK, MPd, lulusan Akpol 2003 yang kini menjabat Kapolsek Kawasan Kalibaru Polres Tanjung Priok Polda Metro Jaya, Wanita ini dikaruniai dua putra dan seorang putri.
Menjalani tugas negara yang diembannya, membuat Dilia harus tinggal terpisah dari keluarga.
Ia tinggal dan mengabdi di Jambi, sedangkan suami dan tiga anaknya yang masing-masing saat ini duduk di bangku sekolah SMP kelas 1, SD kelas 6 dan si bungsu yang masih kelas 1 SD di Jakarta. Namun itu tidak membuatnya kehilangan kasih sayang terhadap keluarga.
Di sela-sela kesibukannya ia memadatkan sedikit waktu luangnya untuk suami dan ketiga anaknya.
“Yah saya harus pintar-pintarlah meluangkan waktu untuk keluarga dan anak-anak. Misal ada waktu yang luangdari waktu dinas, itu pun harus seijin pimpinan ya,” ujarnya.

Menjadi wanita karir yang merangkap sebagai ibu dan istri tak menghalangi wanita cantik kelahiran Jakarta, 13 April 1977 tersebut meraih sejumlah prestasi dalam perjalanan hidupnya. Ia pun begitu bersyukur telah dilahirkan dan dibesarkan ibunya.
“Tiada yang berarti selain jerih payahmu seumur hidupku.. Tiada yang lebih indah selain air mata bahagiamu saat memeluk tubuh mungilku dan melihatku selalu menyusahkanmu. Tiada yang lebih berharga selain melihatmu bahagia di saat aku selalu memberimu beban. Ohh ibu… ini persembahanku yang tidak seberapa, terima baktiku, doaku, dan sujudku pada AllahSWT hanya untukmu. Selamat hari Ibu ke 90…. tetaplah menjadi wanita kuat untuk seluruh wanita di dunia ini,”tulisnya.

Kuliah di fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (UI) tahun 1996, Dilia anak bungsu dari tiga bersaudara ini menerima beasiswa dari Australia, Supersemar, dan beasiswa PPA hingga lulus dan menjalani beberapa pekerjaan sambil berkuliah seperti di BBJ sebagai analis bursa komoditi.
Tahun 2000 ia lulus dan bekerja sebagai Kepala Personalia PT. Astra Isuzu Casting Company di Karawang Barat selama 11 bulan.
Selanjutnya ia memilih mendaftarkan dirinya sebagai seorang Polwan. Walau awalnya ia sempat ditolak masuk karena mendaftarkan diri di hari dan jam terakhir, namun akhirnya seleksi berjalan mulus.

“Saat itu ada provost wanita mendekati saya dan menanyakan saya tamatan mana. Setelah saya bilang tamatan UI akhirnya dia bilang ke panitia agar memberi kesempatan sambil bilang jarang-jarang loh anak UI daftar polisi,” katanya.
Dilia memulai karir di kepolisian di tahun 2003 dan ditempatkan di Biro Psikologi Mabes Polri. Empat bulan setelah lulus, ia kembali mendapat kesempatan menempuh kuliah S2 Profesi di fakultas Psikologi Universitas Indonesia kekhususan Klinis Dewasa dengan biaya dinas dan lulus dengan nilai sangat memuaskan.
Lulus S2 Dilia akhirnya dia dikirim ke Polda NTT mengikuti kedinasan suami menjadi Kasubbag Psipers di Biro Personil Polda NTT. Ia mendedikasikan dirinya di sana hingga ia berangkat sekolah Selapa Polri dan kembali ke Jakarta.
Di era saat ini, menurutnya wanita (ibu) sudah mempunyai peran cukup besar dan hampir setara dengan pria. Malah terkadang wanita memikul tanggung jawab yang lebih besar di bidang pekerjaan.
“Wanita tidak hanya dilihat secara fisik belaka. Wanita harus lebih punya komitmen tegas terhadap prinsip hidupnya, wanita juga harus lebih Smart dan tidak terpengaruh godaan Sosmed yan kian berkembang,” pesannya.
Dilia yang sempat diberi amanah menjadi Kasubbag Psipol di Biro SDM Polda Metro Jaya selanjutnya pindah ke Baharkam Mabes Polri. Di Baharkam ia ditempatkan di Bagian Kerjasama instansi luar dengan Baharkam.

Dalam kesehariannya sering merancang MoU dan mensosialisasikannya di beberapa wilayah di tanah air. Ia sering menjadi narasumber Komunikasi Efektif kepada para anggota Polri yang berhadapan dengan masyarakat.
Saat . Tahun 2015 ia berhasil masuk seleksi pendidikan Sespimmen. Lulus, ia ditempatkan di Baharkam Mabes Polri lalu ke Polda Sumatera Barat. Diangkat menjadi Kabag Psikologi selanjutnya sekitar 5,5 bulan kemudian dia dipercaya menjabat Kepala Bagian (Kabag) Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jambi.
“Begitu lulus saya kembali bentar ke tempat saya semula dan penempatan akhirnya di Polda Sumbar menjadi Kabag Psikologi selama 5,5 bulan,” ungkapnya.
Kini ia telah merancang beberapa program yang nantinya akan dia terapkan di jajaran personel lingkup Polda Jambi.(Rivay)




Discussion about this post