Tak sampai seminggu lagi, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bebas dari penjara. Dalam surat yang ditulisnya, dia meminta pada publik tak lagi memanggilnya Ahok, tapi BTP, sesuai inisial namanya.
“Saya mohon maaf dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP, bukan Ahok,” tulis Ahok dalam suratnya yang ditulis dari dalam penjara Mako Brimob, Kamis (17/1).
Dalam wawancara dengan Ima Mahdiah, salah satu staf Ahok, beberapa waktu lalu, diperoleh memperoleh informasi, setelah bebas bosnya akan tampil di sebuah acara yang tayang di salah satu televisi swasta. Judul acara itu adalah “BTP Show”.
“Bapak (Ahok) nanti mau bikin show, nama acaranya BTP Show,” ujar Ima.
Namun, sampai saat ini memang belum ada keterangan lanjutan dari para staf Ahok yang berjumlah enam orang itu, apakah pergantian penyebutan nama tersebut untuk mendongkrak “show” tersebut atau ada alasan lain.
Ima yang juga maju sebagai Caleg DPRD DKI Dapil 10 ini memberi sedikit bocoran tentang apa saja yang akan ditampilkan di acara “BTP Show” tersebut. “Nanti Bapak ada nyanyi-nyanyi juga di acara itu,” kata Ima.
Ahok menulis surat berisikan permintaan setelah bebas nanti dari Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Surat itu diunggah di akun Twitter dan Istagram @basuki_btp yang dikelola tim Ahok.
Dalam surat itu, Ahok juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukungnya, PNS DKI, dan pembencinya, atas segala tutur kata, sikap perbuatan yang sengaja maupun tidak disengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya.
“Pada kesempatan ini saya juga mau sampakan kepada Ahokers, para PNS DKI, para pembenciku sekalipun, aku mau sampaikan mohon maaf atas segala tutur kata, sikap, perbuatan yang sengaja maupun tidak disengaja menyakiti hati dan perasaan saudara dan anggota keluarganya,” kata dia.
// Tak Siapkan Pengamanan Khusus
Polri tak menyiapkan pengamanan khusus menjelang bebasnya Ahok di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Rencananya, Ahok selesai menjalani masa tahanan pada 24 Januari 2019.
“Tidak ada, tidak ada pengamanan khusus,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (18/1).
Ahok, kata Dedi, juga telah menyampaikan kepada seluruh pendukung dan simpatisannya untuk tidak perlu menjemputnya di Mako Brimob. Oleh sebab itu, Polri tak menyiapkan pengamanan khusus.
“Ahok sendiri sudah sampaikan ke Ahoker tidak usah dijemput, saya mau pulang sendiri ya sudah,” tutur Dedi.
Kendati begitu, Dedi menyampaikan pihaknya tetap melakukan penjagaan terkait bebasnya Ahok dari penjara. “Dari Brimob sudah menyiapkan, antisipasi sudah disiapkan Korbrimob sama, Polsek Cimanggis. Cukup Polsek itu,” imbuh Dedi.
Ahok akan bebas pada 24 Januari 2019 setelah mendapatkan serangkaian remisi. Ahok menolak bebas bersyarat pada Agustus 2018 dan memilih menghabiskan semua sisa masa hukumannya. Ia meminta massa pendukung tidak menjemputnya atau menyambut kebebasan dirinya secara besar-besaran hingga dapat mengganggu ketertiban. (oz)




Discussion about this post