Petani padi di Kota Pematangsiantar terancam gagal tanam. Pasalnya pupuk bersubsidi menghilang dari pasaran.
Kelangkaan pupuk telah berlngsung sejak bulan Agustus 2019. Padahal musim tanam padi dibeberapa tempat sudah dimulai.
Salah seorang petani Rijhon Sidabutar warga kelurahan Marihat Jaya Kecamatan Siantar Marimbun mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi jenis Ponska dab urea.
“Sudah satu bulan pupuk subsidi hilang. Padahal kami kelompok tani sebagian sudah tanam dan sebagian lagi mau mulai tanam, ” ujar Rijhon Sidabutar Sabtu (14/9).
Jikapun ada jelasnya, warga hrus membeli pupuk non subsidi yang harganya sangat mahal. Harga Urea non subsidi sekitar Rp 300.000 perzak dan Ponska diatas Rp 400 an ribu. Padahal untuk urea subsidi petani hanya membeli dengan harga Rp 110.000.
“Kalau beli non subsidi mahal kali. Sudah mahal berat perzaknya juag kurang dari 50 kilogram, ” jelasnya.
Warga sudah berusaha menanyakan kepada pengecer yang ditunjuk atau yang direkomendasikan pihak dinas Pertanian. Namun jawaban pengecer dikarenakan pupuk yang belum masuk ke distributor.
“Ya kalau alasan mereka pupuk belum masuk. Itu saja alasan mereka. Padahal sekarang sudah musim tanam, ” keluh Rijhon Sidabutar.




Discussion about this post