Pasca sejumlah aksi teror di Indonesia yang menyisakan duka dan amarah, banyak hal yang berubah. Atas nama kewaspadaan, tak jarang timbul rasa curiga yang berlebihan di tengah-tengah masyarakat.
Beberapa waktu lalu misalnya, seorang wanita terpaksa diturunkan dari salah satu angkutan umum karena busananya. Wanita tersebut dipaksa turun karena merngenakan cadar.
Belum lagi seorang santri yang baru pulang dari pondok menuju rumahnya digeledah dan barang bawaannya diperiksa secara detil. Penampilannya dinilai mencurigakan.
Namun sepertinya hal tersebut tidak berlaku di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Di Siantar, kota terbesar kedua setelah Medan di Sumatera Utara ini keharmonisan dan toleransi sangat dijunjung tinggi. Pantas saja kota ini mendapat predikat kota toleran di Indonesia.
Seorang wanita cantik yang sehari -hari berprofesi sebagai dokter mengunggah indahnya kebersamaan dan tingginya nilai toleransi di kota ini.
Wanita kristiani ini mengunggah poto diri dan temannya tengah bersama empat wanita bercadar di lapangan Merdeka.
Dalam poto tersebut terlihat empat wanita bercadar memegang poster berisi tulisan bahwa pakaian yang mereka kenakan bukanlah atribut teroris, namun bagian dari ajaran agama yang mereka anut.
BACA JUGA: KISAH TATA SEMBIRING TENTANG WANITA MUSLIMAH BERCADAR
Postingan di media sosial facebook drg Editha Siregar ini menampilkan betapa indahnya kebersamaan dibalut kebhinekaaan.
Berikut Postingan lengkap drg Editha Siregar,
“Aku n kamu….
Kita berbeda…
Suku… pekerjaan.. agamaaa… kita jelas berbeda..
Tp hendaklah perbedaan ituh menjadikan kita satu krn…
Kita satu tanah air…
Satu bangsa…
Dan..
Satu bahasa yaitu
INDONESIA
Jangan pernah lupakan semboyan bangsa kita Indonesia yi Bhinneka Tunggal Ika #berbeda-beda.tetapi.tetap.satu.jua#
Yg menyamakan kita juga adalah bahwa kita sama2 menjadi RAKYAT INDONESIA.
Aku dan kamu ternyata sama ????
Yuk kita sama2 menjaga keutuhan dan keamanan serta kedamaian di bumi ibu pertiwi ini… negaraku…negaramu…negara kita.. INDONESIA????” Unggahnya pada Minggu (20/5/2018).
Postingan ini pun dinilai netizen sebagai postingan yang menyejukkan di tengah kondisi saat ini. Sebelumnya seorang wanita dari Medan pun pernah menuliskan tentang pengalaman dan kisahnya bersama wanita muslimah bercadar.(Vay)


Discussion about this post