Kesedihan menyelimuti keluarga dan kerabat atas kematian Repina boru Sagala, wanita kelahiran Samosir 5 September 1937 itu. Nenek yang tinggal di Jalan Parsaoran, Kelurahan Gurilla Kecamatan Siantar Sitalasari, Pematangsiantar itu ditemukan tewas di ladangnya pada Kamis (25/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Informasi diperoleh dari kepolisian, saat ditemukan jasad Repina dalam posisi telentang menggendong semprot manual warna putih merek solo yang masih berisikan air campuran racun hama jagung dengan posisi badan jatuh di tanah dan badannya miring ke kanan.
Sebelumnya pagi harinya, Kamis (25/7) sekitar pukul 7.00 WIB Repina berangkat ke ladanngya yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah. Ia pergi ke ladang dengan membawa peralatan pertanian seperti biasanya.
Namun hingga sore, Repina tak kunjung pulang. Di rumah, cucunya Novri Regina Sitanggang(17) tengah resah menunggu kepulangan sang nenek. Kendati demikian, ia mengaku takut untuk pergi ke ladang melihat keberadaan neneknya.
Hingga malam sekitar pukul 21.00 WIB, ia tetap menunggu di rumah sambil menangis. Tak lama datanglah Bolon Sitanggang (69) anak sulung Repina ke rumah itu.
Melihat Novri menangis ia pun menanyakan musababnya. Setelah mengetahui bahwa ibunya belum ulang dari ladang, bersama warga mereka pun berangkat mencari Repina.
Di ladang jagung, Repina ditemukan telah tergeletak di tanah dan tak lagi bernyawa. Warga pun menghubungi pihak kepolisisan. Tak lama Bhabinkamtibmas.
Jenazah Repina pun dievakuasi. saat ini tengah disemayamkan di rumah duka alan Parsaoran, Kelurahan Gurilla.




Discussion about this post