Siti mengisahkan ibu muda tak punya banyak pilihan selain menjual peyek dan juga tubuhnya demi menyambung hidup kelurganya.
Film Siti digarap oleh sutradara Eddie Cahyono dan pertama kali tayang di Jogja-Netpac Asia Film Festival 2014.
Meski berbudget rendah, Siti berhasil memenangkan banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri. Seperti Best Performance for Silver Screen Award di Singapore International Film Festival 2014 dan Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2015. Film ini bercerita tentang perjuangan hidup Siti (Sekar Sari), seorang ibu mudah berusia 24 tahun yang harus menjadi tulang punggung bagi keluarganya.
Suami Siti, Bagus (Ibnu Widodo) yang sebelumnya berprofesi sebagai pelaut namun mengalami kecelakaan hingga tubuhnya lumpuh. Tak hanya itu, kapal yang digunakan Bagus untuk melaut adalah hasil pinjaman.
Praktis setelah rusak karena kecelakaan, kapal ini meninggalkan setumpuk utang yang harus dicicil Siti secara perlahan. Sejak suaminya tak dapat lagi bekerja, Siti berjuang mencari nafkah untuk suami, puteranya yang masih kecil dan mertuanya yang juga telah renta. Untuk menyambung hidup dan membayar hutang, Siti bekerja menjual peyek Jingking di sekitaran pantai Parangtritis di siang hari.
Sementara di malam hari, Siti menjajakan tubuhnya dengan menjadi pemandu karaoke di sebuah klub malam ilegal.
Pekerjaan Siti yang terakhir membuat Bagus kecewa hingga tak mau lagi berbicara dengannya. Suatu malam Siti berjumpa dengan Gatot (Hadydar Salishz). Polisi yang malam itu bertugas menggerebek klub malam ilegal tempat Siti bekerja
Sejak pertemuan itu, Gatot jatuh hati pada Siti hingga berniat menikahinya. Di tengah rasa frustasi menghadapi suami yang membencinya, Siti dihadapkan pada pilihan dilematis. Haruskah ia memilih Gatot yang menjanjikan kehidupan mapan atau tetap setia pada keluarga dan suaminya? Cari tahu kelanjutan kisahnya dalam film Siti yang dapat Anda saksikan di layanan streaming Klikfilm.(dilansir dari kompas.com)




Discussion about this post