Bencana Banjir yang melanda wilayah Afdeling VI, Kebun Bahjambi, Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara Senin (11/11) merenggut korban jiwa.
Isak tangis dan ayat-ayat suci Alquran dilafazkan mengiringi persemayaman hingga pemakaman Sri Wati ke TPU Totap Majawa yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya..
Ratusan pelayat datang silih berganti memadati rumah duka tempat Sri Wati , wanita yang tewas tersengat arus listrik saat banjir itu disemayamkan. Sri Wati meninggal dunia saat kediamannya di Desa Totap Majawa dilanda banjir. Ia tersengat listrik saat berusahasaat mencabut kabel kontak barang elektronik kulkas dari dalam rumah yang sudah digenangi banjir.
Erlisa Sinaga, Kepala Desa Totap Majawa mengatakan desanya dilanda banjir saat hujan deras mengguyur, namun tidak tertampung oleh bendungan yang telah berulang kali jebol. Diperkirakan sekitar 400 kepala keluarga terdampak banjir tersebut.

Sebelumnya Camat Tanah Jawa, Farolan Sidauruk ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa di wilayahnya tersebut.
Farolan mengatakan banjir ini terjadi akibat luapan air dari perkebunan PTPN IV karena tanggul jebol. Ia mengatakan banjir besar ini terjadi pada sore hari hingga setinggi pinggang orang dewasa.
“Sore hari itu terjadi. Iya ini luapan PTPN IV mungkin ada tanggul mereka yang jebol lari ke pondok. Biasanya gakk ke pondok. Kalau sekarang sudah surut,”katanya.
Farolan mengatakan banjir ini menyapu desa Totap Majawa Blok X Kecamatan Tanah Jawa dan sekitarnya. Katanya, saat ini kondisi banjir sudah mulai surut.
“Sekarang sudah surut. Memang tadi banjirnya sampai sepingganglah,”katanya.




Discussion about this post