Organisasi kepemudaan diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi mampu menghadirkan gagasan, karya, dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, SH, MKn saat membuka Kongres I Garda Muda Peduli Masyarakat (Gampera) di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (19/9/2026).
Pembukaan kongres ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Wesly.
Dalam sambutannya, Wesly mengatakan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, ia berharap Gampera dapat terus menjalankan kegiatan yang berorientasi pada pelayanan dan pengembangan masyarakat.
“Saya berharap Gampera dapat terus membangun semangat melayani, berkarya, dan tumbuh bersama,” ujar Wesly.
Kongres Bukan Sekadar Pergantian Kepemimpinan
Menurut Wesly, kongres tidak semestinya hanya dimaknai sebagai forum pemilihan atau pergantian kepemimpinan organisasi. Lebih dari itu, kongres dapat menjadi ruang untuk merumuskan gagasan serta menyusun program yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Untuk itu saya berharap kepada seluruh peserta kongres agar dapat mengikuti setiap tahapan dengan menjunjung tinggi kebersamaan, musyawarah, demokrasi, sportivitas, dan persaudaraan,” tuturnya.
Wesly juga menyampaikan harapan Pemko Pematangsiantar agar keberadaan Gampera dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.
Gampera diharapkan turut mengambil bagian dalam mendukung berbagai program pembangunan di Kota Pematangsiantar, sehingga dapat ikut mewujudkan visi kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Berawal dari Rumah Belajar
Sementara itu, Ketua Umum Gampera Armada Simorangkir menceritakan perjalanan awal organisasi tersebut.
Menurutnya, Gampera bermula dari sebuah kegiatan yang pada awalnya tidak direncanakan dan kemudian berkembang dari sebuah rumah belajar.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
“Gampera terbentuk dari kegiatan yang awalnya tidak direncanakan dan berkembang dari sebuah rumah belajar. Kemudian kegiatan tersebut diarahkan pada pelayanan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan,” jelas Armada.
Ia menambahkan, saat ini Gampera telah memiliki delapan pengurus daerah di Provinsi Sumatera Utara, termasuk di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.
Armada berharap organisasi tersebut dapat terus berkembang dan memperluas kiprahnya.
“Dan akan terus berkibar sampai ke seantero negeri,” katanya.
Pemuda dan Ruang Pengabdian
Kongres I Gampera menjadi momentum penting bagi organisasi tersebut untuk memperkuat konsolidasi sekaligus merumuskan arah gerak organisasi ke depan.
Pesan Wali Kota agar pemuda membangun semangat melayani, berkarya, dan tumbuh bersama menjadi relevan dengan perjalanan Gampera yang berawal dari kegiatan pendidikan berbasis masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara, Ketua DPD KNPI Kota Pematangsiantar Arif Harahap beserta jajaran pengurus, Ketua MPI DPD KNPI Kota Pematangsiantar Ilal Mahdi Nasution, Ketua Yayasan Hasian Karya Nusantara Jon Roi Tua Purba, Dekan FKIP Universitas Simalungun (USI) Dr Rohdearni Wati Sipayung, MHum, MM, perwakilan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Pematangsiantar, perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, perwakilan Polres Pematangsiantar, serta pengurus GAMKI, GMKI, GIMP, KRJPS, GMNI, dan Pemuda Katolik Pematangsiantar.
Melalui kongres tersebut, Gampera diharapkan semakin mampu memperkuat peran organisasi sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan gagasan, membangun kepedulian sosial, dan menghadirkan karya yang dapat dirasakan masyarakat.

