Warga Marubun Jaya Kecamatan Tanah Jawa enjoy (menikmati) berbincang-bincang dengan Muhajidin Nur Hasim, Sabtu (29/8/2020) malam. Mereka mengeluarkan curhatan hati (curhat) kepada pria yang merupakan bakal calon Bupati Simalungun itu.
Salah seorang warga, Sirhatman Sinaga mengeluhkan sulitnya mengurus Kartu Tanpa Penduduk (KTP). Karena jauhnya kantor Catatan Sipil dari tempat tinggal mereka, tentunya membutuhkan waktu dan materi lebih banyak.
“Kita ketahui pengurusan KTP sangat sulit. Sebenarnya kalau buat KTP itu, dari pemerintah pusat gratis. Tapi di daerah harus bayar kalau kita mau cepat,” ujar Sirhatman.
Sirhatman berharap agar Kabupaten Simalungun dimekarkan sehingga semua nagori dapat tersentuh dan diperhatikan.
“Besar harapan kami agar Bang Hasim dan Bang Tumpak Siregar atau TPS bisa membuat Kabupaten Simalungun dimekarkan. Kalaupun memang tidak bisa, kita berharap disediakan pelayanan di setiap daerah. Kami juga berharap kepada Bang Hasim kalau nantinya duduk menjadi Bupati Simalungun, datanglah kepada masyarakat untuk mendengarkan masukan dan keluhan masyarakat demi membangun Kabupaten Simalungun,” pinta Sirhatman.
Curhatan lainnya, agar Hasim mencarikan solusi bagi para petani pembibitan ikan.
“Kami sekarang ini, petani bibit ikan, sangat memprihatikan. Sebab supplier bibit ikan tidak mengambil lagi dari kita di Simalungun ini,” keluhnya.
Sirhatman optimis jika Hasim menjadi bupati, maka Kabupaten Simalungun semakin maju.
“Kita siap mendukung sepenuhnya Bang Hasim demi mencapai Kabupaten Simalungun yang lebih baik lagi,” ujar Sirhatman yang yakin Hasim mampu menjadi bapak bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Muhajidin Nur Hasim menyampaikan ia pulang ke kampung halamannya, Kabupaten Simalungun, untuk melayani masyarakat, bukan dilayani.
“Saya bukan anti pemekaran. Kalau untuk masalah KTP dan pelayanan, saya sudah berbicara dengan Bang TPS serta sahabat-sahabat yang lain. Untuk solusi pengurusan KTP itu, paling jauh di kecamatan dan secara perlahan kita usahakan sampai ke nagori,” terang pria berusia 36 tahun yang biasa disapa Bang Hasim itu.
Masih kata suami Hj Zun Rani itu, ia telah melakukan pembicaraan dengan pihak perbankan agar memberikan modal usaha dan kredit lunak kepada masyarakat.
“Di sinilah peran pemerintah kepada masyarakat,” tambah Hasim.
Sedangkan soal pembibitan ikan, Hasim berjanji akan berbicara dengan para pengusaha ikan yang ada di Kabupaten Simalungun agar mengambil bibit dari para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pembibitan yang ada di Kabupaten Simalungun. Sementara terkait modal, lanjutnya, bisa bekerja sama dengan perbankan.
“Kalau nantinya menjadi Bupati Simalungun, saya akan usahakan untuk selalu keliling di Kabupaten Simalungun ini mumpung masih muda. Kita juga akan buat tempat pengaduan masyarakat di setiap kecamatan,” ujarnya yang disambut teriakan warga, “Hidup Hasim-TPS!”. (*)




Discussion about this post