Selain merusak sisi estetika, keberadaan sampah yang berserak dan tak dikelola dengan baik dan benar dapat menjadi sumber penyakit. Hal ini tentunya tak dapat dipandang sebelah mata.
Kendati demikian sebagian masyarakat masih suka membuang sampah sembarang tempat. Di Perdagangan, Simalungun, Sumatera Utara misalnya, tumpukan itu terlihat di samping Rumah Makan Padang Panjang yang terletak di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar.
Pemandangan sampah itu bukan hanya merusak pemandangan Kota Perdagangan, melainkan aroma yang ditimbulkan sampah dapat mengundang banyaknya lalat pembawa wabah penyakit
Menurut warga sekitar, Sri (43) saat melintas di jalan itu berharap, agar kiranya pihak Pemerintahan Kecamatan menindak tegas bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.
“Kita berharap kiranya pihak pemerintah kecamatan mengambil sikap tegas bagi masyarakat yang membuang sampah sembaranga . Bila perlu, bagi siapapun yang melanggar harus di berikan sanksi denda, “Ujarnya kepada awak media.
Hal senada juga ditambahkan warga lainnya, Dedy (38), ketika bertemu awak media di seputaran jalan sisingamangaraja menjelaskan bahwa permasalahan sampah di Kota Perdagangan tidak pernah teratasi dengan baik.

Bahkan, pihak Kelurahan ataupun Kecamatan terkesan tutup mata. Selain sampah, kota perdagangan juga di juluki “kota debu”. Secara keseluruhan, masyarakat disana harus rela hidup berdampingan dengan penyakit berbahaya.
“Tak pernah terselesaikan dengan baik masalah sampah di kota perdagangan ini bang. Lihat aja sendiri, sampah yang menumpuk di pinggir jalan sisingamaraja persisnya di samping rumah makan padang panjang itu. Apakah itu layak, kan ada tempat pembuangan samapah. Selain sampah, kota perdagangan ini di juluki kota debu. Kalau kami sudah biasa hidup berdampingan dengan penyakit. Harapan saya, mohonlah agar kota ini di perhatikan,”Ucapnya
Ketika di konfirmasi awak media terkait sampah yang menumpuk di sebelah warung makan padang panjang melalui pesan singkat handphone seluler, Jumat (3/8) sekitar pukul 19.39 WIB, Camat Bandar Samsul Pangaribuan, SH.MSi, memilih bungkam. (Turnip)


Discussion about this post