Danau Toba telah menjadi perbincangan hangat bagi banyak pihak, terutama dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal ini berawal disaat pemerintah pusat Indonesia mulai menggaungkan program pembangunan berbagai infrastruktur di daerah sekitar Danau Toba dan juga menuju Danau Toba.
Sebagian dari infrastruktur ini sudah bisa dinikmati, dan telah membawa dampak yang positive bagi perkembangan kepariwisataan Samosir dan sekitarnya pada khususnya. Walau masih banyak hal yang perlu dibenahi oleh pemerintah terutama, namun komitmen dalam hal penetapan Danau Toba masuk di dalam 10 daerah wisata prioritas di Indonesia, mulai bisa terlihat.
Program dan sikap serius pemerintah pusat ini disambut baik oleh Pemkab Samosir. Disamping sedang giatnya melakukan pembenahan didaerah, Pemkab Samosir melalui disparnya, menunjukkan komitmentnya dengan terus meggelar berbagai macam event tahunan di Samosir.
Dengan penuh menyadari, bahwa upaya peningkatan kunjungan wisata ke daerah tidak cukup dengan hanya mengandalkan kekayan alam yang ada,namun harus selalu dibarengi dengan berbagai attraksi/event yang kreative dan bahkan bertaraf internasionl, sehingga bisa menarik wisatawan yang lebih banyak lagi.
Untuk itulah Dispar Samosir tetap menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan salah satu Putra Samosir yang sudah berdomisili di Belanda. Yang mana hal ini bermula disaat Henry Manik membawa 90an orang musisi Orkestra dari Austria dan sangat sukses menggelar konser di Samosir yang dihadiri langsung oleh ribuan pengunjung.
Sebagai daerah wisata, moment ini telah menjadi sebuah pelajaran dan pengalaman yang sangat besar buat daerah Samosir pada khususnya dalam hal pagelaran event, dan perlu ditindaklanjuti setiap tahunnya.
Oleh karena itulah, Pemkab Samosir melihat ini sebuah event yang strategis, yang bisa mendatangkan banyak pengunjung dan memasukkanny ke dalam program event HSF.
Selama event ini telah berlangsung tiga kali, Henry Manik yang bertindak sebagai projek manager merasakan belum adanya perhatian yang serius baik dari pemerintah propinsi maupun dari Kementerian pariwisata. Walau setiap tahunnya, dalam setiap pagelaran, selalu dihadiri oleh para petinggi dari propinsi dan pusat.




Discussion about this post