Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Iklan
Beranda NEWS
Bayi dalam Kandungan Safrita Sinaga Meninggal, Keluarga Kecewa Pasien Terlambat Dirujuk 

Bayi dalam Kandungan Safrita Sinaga Meninggal, Keluarga Kecewa Pasien Terlambat Dirujuk 

Editor: NEWSCORNER.ID
7 Agustus 2019 | 12:45 WIB
in NEWS
0
Iklan
102
SHARES
15
VIEWS

Impian pasangan suami istri (pasutri) Efriando Limbong (27) dan Safrita Sinaga (27) menggendong bayi pertama mereka, pupus. Pasalnya, janin yang mereka jaga-jaga keburu meninggal dalam kandungan Safrita.

Selasa (6/8), Efriando warga Desa Sari Marrihit, Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara  membeberkan kejadian yang dialami istri dan bayinya. Diterangkannya, Selasa (23/7) lalu, istrinya mulai mengalami kontraksi hendak partus (melahirkan). Sekitar pukul 03.00 WIB ia menelepon bidan desa, Sariati Sitinjak.

Dini hari itu juga, dengan diantar saudara laki-laki Safrita, Reinhard Sinaga, Efriando membawa istrinya ke rumah bidan. Di rumah bidan, Safrita menjalani sejumlah pemeriksaan. Lalu, Safrita dianjurkan tidur, dan bangun sekira pukul 06.00 WIB.

“Selama tiga jam sampai jam enam, kami menunggui istri saya di rumah bidan,” kata Efriando.

Namun hingga pukul 06.00 WIB, Safrita tidak kunjung melahirkan. Bidan pun meminta mereka membawa Safrita pulang. Bidan juga berpesan, agar Safrita datang saja ke Puskesmas Limbong pukul 09.00 WIB.

Pukul 09.00 WIB, mereka membawa Safrita ke Puskesmas. Setelah diperiksa, diketahui Safrita sudah ‘bukaan 7-8’.

Waktu berjalan dan tidak ada tindakan medis terhadap Safrita. Sekitar pukul 12.00 WIB, barulah Safrita kembali diperiksa. Saat itu dinyatakan Safrita sudah ‘bukaan 9’.

Lantas Safrita disuruh berjalan dan bergerak untuk mempercepat bukaan selanjutnya dan menjalani proses persalinan.

“Dari jam 12 sampai jam 6 sore saya terus bergerak. Setelah enam jam, saya nggak kuat lagi, lemas. Saya pun bilang nggak sanggup pagi,” aku Safrita.

Saat itu, sambung Safrita,  sakit di perutnya sudah tak tertahankan. Namun tak kunjung melahirkan. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Safrita meminta agar ia segera dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) dr Hadrianus Sinaga di Pangururan. Hanya saja, bidan tak kunjung merujuknya.

“Bahkan ada lebih dari dua kali saya minta dirujuk ke RS karena nggak tahan lagi,” katanya.

Ibu kandung Safrita yang juga mertua Eftiando, Dormauli Malau (52) membenarkan yang terjadi dengan putri kesayangannya itu. Sebab ia memang terus mendampingi Safrita di Puskesmas.

“Dua hali huppangido (dua kali kuminta) biar segera dirujuk,” ujar Dormauli.

Namun bidan menolak permintaannya. Alasannya, kalau untuk persalinan secara normal, tidak perlu ke rumah sakit. Cukup di Puskesmas.

“Pailahon do hamu Inanguda. Boi do i son normal. I san pe normal. I son pe boi do normal. Bah, molo lao hamu, ba dang dohot bahu mangihuthon hamu (Kalian memalukan saja. Kalau di sana, RSUD Pangururan bisa persalinan normal, di sini juga bisa normal,” kata Dormauli menirukan ucapan bidan saat itu.

Dormauli bingung. Apalagi Safrita terus mengerang kesakitan. Saat itu, Dormauli hanya mampu menenangkan Safrita dan memintanya menahan sakit.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Safrita pendarahan. Saat diperiksa, masih ‘bukaan 9’.

Setelah Safrita pendarahan, sambung Dormauli, barulah ia dirujuk ke RSU dr Hadrianus Sinaga di Pangururan.

“Setelah dilihat darah, barulah anak saya  dirujuk ke Pangururan. Kami bilang, kalau memang itu yang terbaik, ya kami bawa. Lalu Safrita kami bawa pakai mobil ambulans ke Pangururan,” jelasnya.

Safrita menambahkan, saat di Puskesmas sebenarnya ada beberapa bidan yang memeriksanya. Terakhir diperiksa, itulah yang kemudian terjadi pendarahan.

“Waktu perutku dipegang, aku dipaksa mengejan. Terus, keluarlah darah. Aku juga bilang kalau bayiku nggak bergerak lagi. Tapi katanya, berdasarkan alat mereka, kondisi bayiku bagus,” sebutnya.

Di RSUD dr Hadrianus Sinaga, Safrita langsung ditangani dr Tonny Simarmata SpOG,. Setelah diperiksa, dokter Safrita ‘bukaan 9’. Terkait pendarahan, menurut dokter akibat luka di jalan rahim.

Saat itu juga, kata Efriando, sesuai hasil pemeriksaan, dokter menyatakan denyut jantung janin tidak ada lagi, tehitung dua jam sebelum mereka tiba di RSU. Karena Safrita tiba di RSU antara pukul 21.00-22.00 WIB, jadi diperkirakan bayi sudah meninggal di dalam kandungan sekitar pukul 19.00 WIB, saat Safrita masih berada di Puskesmas.

“Bayinya tak terselamatkan lagi. Sudah dua jam meninggal,” kata dr Tonny malam itu.

Alangkah sedihnya Safrita dan keluarganya saat itu. Apalagi, sejak sore pasien dan keluarganya sudah meminta kepada bidan untuk dirujuk ke RSU. Namun ditahan-tahan hingga pukul 21.00 WIB. Itu pun setelah pasien mengalami pendarahan.

Lantas, sambung Eftiando, dr Tonny bertanya kepada bidan yang ikut ke RSU mengapa bisa terjadi seperti itu. Tetapi saat itu, bidan hanya terdiam.

Diakui Efriandi, selama masa kehamilan istrinya rutin check up ke Puskesmas Limbong. Juga kepada dr Tonny. Sesuai hasil pemeriksaan, kandungan sang istri dinyatakan bagus dan sehat.

Terpisah, Bidan Sariaty Sitinjak yang dihubungi mengaku menangani Safrita Sinaga.

Menurutnya, pasien datang sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu pasien masih ‘bukaan1-2’.

Lalu, mengapa menahan pasien yang minta dirujuk ke RS? Kata Sariaty, saat itu tidak indikasi yang tepat untuk merujuk pasien ke RS.

“Saya kan bekerja sesuai prosedur,” tukasnya.

Diterangkan Sariaty, sesuai diagnosa, pasien mengalami pendarahan aktif karena hamil anak pertama. Ia juga  membantah ada luka di jalur rahim pasien.

“Saya tidak berbohong. (Jantung bayi) masih berdenyut. Kadang-kadang pemeriksaan dokter dengan kita berbeda,” terangnya, seraya menambahkan pasien hanya satu kali minta dirujuk ke RS

Sedangkan Kepala Puskesmas Limbong drg Rawati Simarmata, mengaku saat itu ia tidak berada di Puskesmas. Namun ia mengklaim saat itu penanganan bidan terhadap pasien sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kita bilang itu kehendak Tuhan. Sudah tiga orang bidan senior menangani saat itu,” pungkasnya. (*)

Discussion about this post

Berita Terbaru

MEDAN CORNER

64 Paket Ganja Disembunyikan di Pohon Bambu, Polisi Buru Pemasok

4 Agustus 2026 | 10:39 WIB
MEDAN CORNER

Vape Narkoba Disembunyikan di Sepatu, Fakta Baru Terungkap dalam Prarekonstruksi Helen’s Night Mart

4 Agustus 2026 | 09:33 WIB
MEDAN CORNER

Pemasok Vape Narkoba di Helen’s Night Mart Medan Diringkus, Polisi Dalami Jaringan Peredaran

4 Agustus 2026 | 08:02 WIB
MEDAN CORNER

Pengedar Pod Getar Ditangkap, 250 Pengunjung Dites Urine, Helen’s Night Mart Disegel

3 Agustus 2026 | 12:12 WIB
NEWS

Pelindo Regional 1 Cabang Belawan Ambil Bagian dalam Car Free Day Perdana di Belawan, Dukung Gaya Hidup Sehat dan Sinergi Antarinstansi

2 Agustus 2026 | 20:48 WIB
NEWS

Wakil Menteri ESDM Tinjau Potensi Pengembangan Sarulla Operations Ltd untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

1 Agustus 2026 | 08:06 WIB
MEDAN CORNER

Satresnarkoba dan Polsek Medan Baru Bongkar Gudang 5 Kilogram Sabu Jaringan Cina Malaysia Indonesia

31 Juli 2026 | 16:46 WIB
NEWS

Brigjen Naek Pamen Simanjuntak Gantikan Brigjen Sonny Irawan sebagai Wakapolda Sumut

31 Juli 2026 | 14:33 WIB
NEWS

Usai Diperiksa Kejati DKI, Entjik S. Djafar dan Kuseryansyah Hindari Media, AFPI Disorot

31 Juli 2026 | 08:29 WIB
MEDAN CORNER

Polrestabes Medan Bongkar Jaringan Narkoba Medan 14 Sarang Narkoba Dibumihanguskan

31 Juli 2026 | 08:22 WIB
NEWS

TPPO Makin Canggih, Akademisi Nilai Respons Masih Seremonial

30 Juli 2026 | 22:27 WIB
Sumut

Soroti Aktivitas PT Gunung Hijau Mega, AMPDT Pastikan Dugaan Pencemaran Danau Toba Dikawal Hingga Tuntas

30 Juli 2026 | 20:18 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara penipu sport