Upaya nyata mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali diperlihatkan melalui kolaborasi sigap antara PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara. Keduanya bergerak cepat memadamkan titik-titik api yang muncul di kawasan Hutan Konservasi Gajah Aek Nauli, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.
Aksi pemadaman dilakukan pada Selasa (22/7/2026) dengan mengerahkan tim darurat gabungan dari internal TPL dan BBKSDA Sumut. Cuaca panas ekstrem dan angin kencang menjadi tantangan tersendiri dalam operasi ini.
TPL Turunkan Peralatan Lengkap dan Tim Terlatih
Jonny Marpaung, LP&C Head Mill & Fiber TPL, menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. “Kami langsung membentuk Tim Penanggulangan Kebakaran Darurat yang terdiri dari tim PKD AEN, Fire Safety, Security, dan Humas, dibantu BP2SDM. Alhamdulillah, api berhasil kami padamkan sebelum menyebar lebih luas,” jelas Jonny.
Demi efektivitas pemadaman, TPL menurunkan berbagai peralatan penting seperti pompa induk dan jinjing, tandon air, selang sepanjang 540 meter, backpack pump, alat pemukul api, hingga 1 unit drone untuk memantau titik api dari udara.
Pemantauan Lanjutan dan Edukasi Berkelanjutan
Setelah api berhasil dipadamkan, tim tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. TPL juga rutin menggelar patroli dan edukasi kepada masyarakat sekitar hutan guna mencegah kebakaran sejak dini.
“Sebagai perusahaan berbasis kehutanan, kami berkomitmen menjaga kelestarian hutan. Tim kami tak hanya siap tanggap darurat, tapi juga aktif melakukan pencegahan jangka panjang,” tambah Jonny.
Apresiasi dari BBKSDA dan Seruan Kolaborasi
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran BBKSDA Sumut, Suyono, mengapresiasi gerak cepat TPL. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan dukungan nyata TPL dalam membantu memadamkan api di kawasan konservasi. Kolaborasi ini penting untuk menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.
Karhutla Melanda 7 Kabupaten di Sumut
Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat, hingga akhir Juli 2026, sedikitnya tujuh kabupaten dilanda karhutla: Langkat, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Simalungun, Padang Lawas, Toba, dan Samosir.
Situasi ini menjadi alarm penting bagi semua pihak. Penanggulangan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi butuh partisipasi aktif dari masyarakat dan sektor swasta.
Menjaga Alam, Tanggung Jawab Bersama
Kebakaran di hutan konservasi Aek Nauli menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat akan menentukan keberhasilan menjaga hutan dari kerusakan.
Dengan aksi cepat dan sinergi seperti ini, diharapkan kawasan konservasi tetap lestari dan bencana karhutla dapat dicegah sejak dini. (***)



