Aksi pencurian ternak kembali terjadi di wilayah Kabupaten Simalungun. Dua pria yang diduga mencuri seekor anak lembu milik warga berhasil ditangkap setelah mobil yang mereka gunakan menabrak sepeda motor di Simpang Pasar Baru Sigagak, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Selasa (12/5/2026).
Kedua pelaku masing-masing berinisial Surono (49), warga Huta Dipar, Kecamatan Gunung Malela, dan Hendra Syahputra (29), warga Nagori Aman Sari, Kecamatan Dolok Batu Nanggar.
Kapolsek Dolok Batu Nanggar, AKP Gunawan Sembiring, mengatakan penangkapan bermula ketika saksi Supriadi sedang menggembalakan ternak di areal perkebunan PTPN IV Unit Laras, Nagori Tumorang, Kecamatan Gunung Maligas, sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat itu, saksi melihat sebuah mobil sedan hitam bernomor polisi BK 1271 XO terparkir di lokasi. Tak lama kemudian, dua orang pria turun dari kendaraan dan menangkap seekor anak lembu milik warga.
“Anak lembu tersebut dimasukkan ke dalam mobil melalui pintu belakang sebelah kiri,” ujar AKP Gunawan Sembiring.
Melihat kejadian itu, saksi segera menghubungi warga lainnya dan melakukan pengejaran sambil berteriak “maling”.
Dalam pelariannya, mobil pelaku melaju dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya menabrak sepeda motor Yamaha Vixion BK 5905 TAY di Simpang Pasar Baru Sigagak, dekat SPBU sebelum pintu masuk Tol Sinaksak.
Warga yang berada di sekitar lokasi langsung mengamankan kedua pelaku. Keduanya sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan personel Polsek Dolok Batu Nanggar bersama tim Satreskrim Polres Simalungun.
Petugas kemudian membawa kedua pelaku ke Puskesmas Tapian Dolok untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang diderita.
Pemilik anak lembu diketahui bernama Jumian (49), warga Huta III Tumorang, Kecamatan Gunung Maligas.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil sedan hitam BK 1271 XO dan seekor anak lembu yang berhasil diselamatkan.
Saat ini, kedua pelaku telah diserahkan ke Satreskrim Polres Simalungun untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain,” tutup AKP Gunawan Sembiring.



