Musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Kyai, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar Senin (5/8) sekitar pukul 12.30WIB menyisakan duka. Empat keluarga kehilangan rumah tinggal dan harta bendanya. Keempatnya yakni Suprayetno alias Tumin, Wagio, Yanto dan Teguh.
Informasi yang diperoleh api berasal dari percikan api yang menyambar jerigen berisi minyak di dalam rumah Suprayetno alias Tumin (40). saat kebakaran itu Tumin keluar dengan tubuh mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit.
Warga langsung memadati sekitar lokasi kejadian, namun tak banyak yang dapat dilakukan. Saat proses pemaadaman api, tetiba seorang siswa sekolah lanjutan atas pulang dan mengatakan rumah yang terbakar adalah rumahnya. pria iti pun hendak memasuki rumah dan ditahan olah warga.
Lihat postingan ini di Instagram
Api yang awalnya menghanguskan tiga unit rumah menyambar satu unit rumah lainnya di sisi kiri.
Suasana kian mencekam, saat seorang pria yang terakhir diketahui bernama Ezra Wastika mengatakan bahwa adiknya berada di dalam rumah kayu yang tengah dilalap sijago merah.
Kepanikan dan emosi warga kian terpicu saat mendegar ada orang berada di dalam rumah. Sebagian warga berusaha menahan Ezra untuk tidak mendekati rumah. Namun warga dan pria itu mendekat dan menjebol jendela rumah.
Namun tak lama seorang warga lainnya datang dan memberi tahu kalau adiknya Yustika (16) siswi SMK Negeri 3 selamat dan sudah berada di rumah tetangga.
Yustika yang ditemui Newscorner.id mengaku saat kebakaran melanda, ianya sedang sendirian di rumah dan keluar sebelum api berkobar membakar rumahnya.
Sementara dekat dengan lokasi kebakaran, sejumlah siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Cendikia, langsung dievakuasi pihak sekolah, sesaat setelah kebakaran menimpa rumah yang bertetangga dengan sekolah tersebut. Belum diketahui dengan pasti jumlah kerugian yang diakibatkan musibah tersebut.
Sementara di lokasi, kepolisian, satpol pp, pemadam kenkaran dan pihak kelurahan masih terlihat berkoordinasi.




Discussion about this post