Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (1/5/2026). Aksi tersebut diwarnai pembakaran ban serta penutupan ruas jalan di sekitar lokasi demonstrasi.

Akibat aksi itu, arus lalu lintas di Jalan Imam Bonjol ditutup sementara. Kendaraan yang menuju kawasan Hotel Danau Toba dialihkan melalui Jalan Diponegoro di sekitar Lapangan Benteng Medan yang telah direkayasa oleh pihak kepolisian.
Dalam aksi yang dimulai sekitar pukul 15.10 WIB tersebut, massa menyuarakan sejumlah isu terkait kesejahteraan buruh dan pendidikan. Dalam orasi, peserta aksi menilai kondisi kesejahteraan buruh dan mahalnya biaya pendidikan sebagai bentuk ketidakadilan yang berdampak pada pekerja dan generasi muda.
“Kehadiran kita membawa keresahan yang sama dari pabrik hingga ke ruang kelas. Kita menolak segala bentuk penindasan,” ujar salah satu orator di lokasi aksi.
Selain orasi, massa GMNI Sumut juga menyampaikan 12 tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah. Tuntutan tersebut meliputi pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh, pembentukan satuan tugas pemutusan hubungan kerja, penghapusan sistem outsourcing, penetapan upah minimum sesuai inflasi dan pertumbuhan ekonomi, serta pengesahan regulasi terkait pekerja rumahan.
Massa juga menyoroti isu pendidikan dengan meminta evaluasi sistem pendidikan di Sumatera Utara, pencabutan surat edaran Kementerian Pendidikan terkait penyesuaian kegiatan akademik di perguruan tinggi, serta pengesahan RUU Sisdiknas. Selain itu, terdapat tuntutan terkait sektor ketenagakerjaan lain, termasuk perlindungan pekerja kontrak dan pekerja migran sektor perikanan.
Hingga aksi berlangsung, belum terlihat perwakilan Sekretariat DPRD Sumut yang menemui massa aksi. Aparat kepolisian tampak mengawal jalannya demonstrasi agar tetap kondusif.



