Pembangunan dan rehabilitasi air bersih di desa Hutauruk, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara ,Sumut sudah selesai dikerjakan akhir tahun 2018.
Diketahui Pembangunan ini memakai anggaran Rp.175 juta dari Dinas Perumahan Pemukiman(Perkim) KabupatenTapanuli Utara yang diplot di APBD Tahun 2018.
Namun melihat hasil akhir dari bangunan, sejumlah warga memberi komentar negatif akan hasil pekerjaan.
Salah seorang warga, TP (55) kepada Newscorner mengatakan proyek air bersih tersebut sepertinya asal dikerjakan.
”
Terlihat dari bak penampung air disumber pekerjaan tidak rapi,juga penataan pipa air tidak seluruhnya ditanam, bahkan ada pipa yang ditanam tetapi masih kelihatan sehingga rentan cepat rusak.
Bahkan pipa penyalur air diikat dengan plastik” ujar TP.
Menurut TP, ketika pelaksanaan pembangunanpun tidak ada plank proyek. Anehnya bak penampung air milik pribadi pun digunakan tanpa permisi.
Disebutkannya warga akan mempertanyakan pelaksanaan pekerjaan ini kepada dinas terkait yang melaksanakan pembangunan.
“Kita nanti akan pertanyakan bagunan ini, jangan nantinya kalau rusak warga yang disalahkan,” tandas TP.
Senada dengan TP, seorang warga yang bermarga Hutauruk juga menyayangkan hasil dari pembangunan air bersih tersebut.
Sebab warga menurut Hutauruk berharap dengan adanya bangunan ini ketersediaan air bersih bisa dinikmati warga.
Amatan Newscorner dilokasi, terlihat bangunan sumber air tidak ditutupi sehingga daun daun menutupi air.
Saat hujan kemungkinan air akan keruh.
Pemasangan pipa air melintasi persawahan tanpa ditanam.
Hampir keseluruhan pipa terlihat, sementara meteran listrik bagi mesin penyedot air hanya ditutupi potongan seng, sehingga ketika hujan rentan dengan korsleting yang dapat membahayakan warga.
Godwin Siallagan kamis(7/3/2019) selaku PPK atas proyek tersebut menanggapi bahwa pekerjaan sudah sesuai RAB. Namun demikian akan koordiansi dengan rekanan.(Maju Simanungkalit)




Discussion about this post