Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kepulauan Riau (Kepri), Torang Manullang (40) dibunuh di Kepulauan Salomon, sebuah negara kepulauan di dekat Papua Nugini. Jenazah Torang sudah dibawa pulang ke Indonesia dan dimakamkan di kampung halamannya, di Aceh Tenggara, Rabu (5/2).
Isak tangis putri korban, Theresia Lasmaida Boru Manullang (13) pecah saat melihat peti jenazah ayahnya yang baru tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (2/2) malam. Siswi kelas 7 SMP Negeri 2 Tanjungpinang, Kepri ini terus histeris.
Sebelumnya, keinginan sulung dari dua bersaudara untuk melihat jenazah ayahnya sempat ditolak keluarga. Alasannya, agar Theresia tidak histeris. Namun remaja itu bersikukuh.
“Aku mau lihat bapak, aku mau lihat bapak,” kata Theresia saat melihat mobil ambulans yang membawa jenazah ayahnya.
Mendengar tangisan Theresia, akhirnya keluarga mengizinkan. Ternyata benar yang dikhawatirkan keluarga, Theresia langsung histeris. Ia memeluk peti jenazah ayahnya.
“Bapak, bapak, bapak,. Jangan tinggalkan Theresia. Bapak, jangan tinggalkan Theresia,” isaknya sambil terus memeluk peti jenazah di dalam mobil ambulans.
“Udah udah, udah puas? Di kampung lagi nanti kita lihat,” kata Beheskia Rajagukguk, salah seorang keluarha sembari menenangkan Theresia.
“Jangan nangis lagi nak, jangan nangis.. Kita sayang bapak. Tapi Tuhan lebih sayang sama bapak,” sahut Helena Tamba, ibunda Theresia.
Selanjutnya jenazah Torang diantar ke Desa Naramosan, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara. Mereka tiba Senin (3/2) sekira pukul 04.00 WIB.
“Sudah dikebumikan. Puji Tuhan berjalan lancar,” kata Helena Boru Tamba, Rabu (5/2).
Manajer Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia PT Maharani, Husni yang ikut mengentarkan jenazah mengungkapkan, pihaknya dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) tetap memberikan atensi terhadap kasus yang menimpa korban.
“Almarhum kita anggap anak kita, karena kita (PJTKI, red) yang memberangkatkan mereka. Jadi kita pantau terus kasusnya,” katanya, Kamis (6/2).
“Dari perusahaan sana ada semacam pengacara juga. Kedubes juga proaktif di sana,” lanjutnya.
Kepada wartawan, Husni mengatakan, peristiwa mengenaskan tersebut telah ditangani kepolisian setempat.
“Sehari setelah kejadian, besoknya pelaku ditangkap. Ancamannya sekitar 25 tahun hingga seumur hidup,” tuturnya.
“Di Salomon itu yang menanganinya Polisi Australia,” sebutnya.
Husni menjelaskan, Torang Manullang yang merupakan TKI asal Tanjungpinang dibunuh warga setempat di Kepulauan Salomon, Sabtu (26/1) sekira pukul 03.00 waktu setempat.
Sesuai informasi yang diperolehnya, saat itu korban mengendarai truk bermuatan biji bauksit. Di tengah perjalanan, ia diihadang oleh dua orang warga yang mabuk.
Kemudian, pelaku meminta kunci truk, namun ditolak korban. Akibatnya terjadi perkelahian.
“Almarhum melawan ,tak mau berikan kunci,” ujarnya.
Husni menambahkan, korban ditusuk di leher dan telinga.
“Keluarga sudah setuju untuk diotopsi, supaya bisa dibuktikan di pengadilan,” katanya.
Husni menceritakan, selama bekerja di perusahaan penambangam bauksit, korban dikenal baik dan ulet.
“Dia (Torang Manullang) baik dan mudah bergaul di sana. Saya salut sama dia, sudah bisa bangun rumah,” kenangnya.
Husni mengungkapkan, pihaknya telah meminta perusahaan penambang untuk memberikan rasa aman bagi pekerja. Pasalnya para pekerja rela meninggalkan keluarga demi mengais rezeki.
“Kita sudah berkoordinasi dengan perusahaan penambang di sana. Kitasudah meminta supaya setiap supir didampingi warga di sana. Dansetiap persimpangan supaya ada yang menjaga,” tutupnya. (*)




Discussion about this post