Pengendara sepedamotor yang menjadi korban kecelakaan tunggal di di depan Gereja Katolik Santo Antonius Padua Tiga Raja, Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun pada Minggu (11/8) sekitar pukul 05.30 WIB itu akhirnya dijemput keluarganya.
Kanit Laka Polres Simalungun Iptu Amir menyampaikan kepada Newscorner.id bahwa korban kecelakaan tunggal yang sempat ditempatkan di unit Forensik RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar karena belum diketahui identitasnya itu akhirnya teridentifikasi.
“Identitas pengendara sepedamotor yang mengalami kecelakaan tunggal dan meninggal dunia di Saribudolok sudah teridentifikasi, Adi Putra simangunsong (29) warga Desa Guru Banua, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo dan sudah dijemput keluarhganya,” sampai Iptu Amir.
Jenazah korban diserahkan oleh pihak RSU Djasamen Saragih kepada ibu kandungnya, Rosdiana Nababan (52) warga Desa Guru Banua, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo.
Sebelumya diberitakan dari informasi yang dihimpun, pria yang mengenakan anting di telinga kiri dan berambut pirang ini mengendarai sepedamotor Honda Sonic BK 6072 SAE. Ia melaju dari arah Kabanjahe Kabupaten Tanah Karo menuju Saribudolok.
Di depan Gereja Katolik Santo Antonius Padua Tiga Raja, kebetulan jalanan menikung, sepedamotor tersebut menabrak pohon yang berada di sebelah kiri jurusannya.
Setelah menabrak pohon, pengendara yang mengenakan celana pendek abu-abu dan diperkirakan berusia 25 tahun itu, terhempas dan bersimbah darah di jalan raya. Seketika, pengendara tersebut tewas di lokasi kejadian.
Usai menerima laporan kecelakaan, petugas piket Poslantas Saribudolok datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bethesda Saribudolok dan selanjutnya ke Ruang Forensik Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Sedangkan sepedamotornya diamankan ke Poslantas Saribudolok. Saat diperiksa, tidak ada ditemukan kartu identitas atau kartu pengenal lainnya.




Discussion about this post