Jerit tangis Gilang Sriharyanto, bocah berusia enam tahun itu pecah melihat tubuh ibunya terkapar dengan bersimbah darah di jalan beraspal Minggu (8/12). Pagi yang naas itu pun menjadi pagi terakhir ia melihat ibunya Siti Kholija (34) warga Afd V Damuli Perkebunan Air Batu III / X Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.
Sepedamotor sepedamotor Honda Vario Bk 6586 VAZ yang mereka sekeluarga kendarai bersama ayahnya Pariyanto mengalmi kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera, Km 15-16 jurusan Pematangsiantar – Perdagangan, Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Siimalungun.
Kasat Lantas Polres Simalungun Iptu Jodi Indrawan melalui Kanit Laka Iptu Amir Mahmud menyampaikan kepada Newscorner.id, sebelum terjadinya kecelakaan lalulintas diduga pengemudi Sepedamotor Honda Vario Bk 6586 VAZ kurang hati-hati dan melaju dengan kecepatan tinggi datang dari arah Perdagangan menuju arah Pematangsiantar.
Saat tiba di TKP tidak memperhatikan di depan satu jurusannya ada satu unit mobil penumpang jenis dan Nomor polisinya tidak diketahui mengerem karena ada lubang, sehingga sepedamotornya menabrak bagian belakang sebelah kanan dari Mobil penumpang itu lalu sepedamotornya terjatuh dan terseret ke jalur kanannya.
Mereka kemudian ditabrak sepedamotor yang belum diketahui jenis dan nomor polisinya.
Di mana pasca tabrakan, pengendara sepedamotor yang belum diketahui identitasnya itu melarikan diri. Sementara pengendara Mobil penumpang yang awalnya terlibat kecelakaan dengan korban juga melarikan diri.

Dari TKP warga yang melihat kejadian tersebut mencoba membantu dan melarikan korban ke rumah sakit. Namun nyawa korban tidak terselamatkan.
Akibat dari peristiwa kecelakaan tersebut, Siti Kholija meninggal dunia, sementara suaminya Pariyanto dan anaknya Gilang mengalami luka.Kasus tersebut pun saat ini ditangani Polres Simalungun.




Discussion about this post