HKBP Pangombusan merayakan Jubileum 125 Tahun pada Minggu (4/8) yang dipadukan dengan Ibadah Minggu yang dilayani Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing.
Diawali dengan prosesi ibadah yang diikuti para pelayan beserta panitia disambut meriah jemaat beserta undangan, lalu dilanjut penanaman pohon ketapang cendana, pelepasan burung merpati, penandatanganan prasasti peresmian Sopo Godang serta Prasasti Jubileum 125 Tahun HKBP Pangombusan.
Dalam sejarahnya, tahun 1905 dimulai membangun gereja dan pelayanan kesehatan poliklinik saat itu, yang kemudian sekitar tahun – tahun berikutnya dilantik Seorang Pendeta yang menjadi Pendeta Ressort di HKBP Pangombusan.
Gereja ini juga sudah merayakan Jubileum 75 Tahun dilayani Ephorus Pdt. Ds. TS. Sihombing dengan tanda 75 anak tangga di depan gereja, kemudian peletakan batu alas gereja (MBO) yang dilayani Ephorus Pdt. Ds. GHM. Siahaan. Demikian pelayanan yang terus berkembang hingga saat ini dengan jubileum 125 Tahun.
Ketua Panitia Juanda Panjaitan, SE, mengatakan menyambut perayaan Jubileun 125 Tahun ini, Panitia mengadakan berbagai kegiatan perlombaan, Lelang, Pembagian Bibel Buku Ende ke seluruh jemaat, Pengajaran pemahaman makna jubileum, dan Seminar dengan topik Mindset Era Millenial oleh Sekjend HKBP Pdt. David Farel Sibuea.
“Mengingat ketika audiensi, Ephorus berpesan agar panitia membuat kegiatan untuk Sekolah Minggu dan Remaja tentang budaya, misalnya martumba. Dalam Ibadah juga usai Ibadah, Sekolah Minggu menampilkan hiburan martumba di hadapan ribuan jemaat,” tutur Ketua.
“Dalam momentum 125 Tahun ini, HKBP Pangombusan membangun Sopo Godang dengan dana pembangunan mencapai 3 Millyar, atas dukungan dari para donatur baik PT Toba Pulp Lestari maupun juga anak rantau dan para simpatisan. Kami telah melaksanakan Pesan Ompu i Ephorus ketika audiensi di Pearaja untuk melaksanakan kegiatan dan pelayanan yang menekankan Haporseaon (Iman), dan berdampak kepada Karakter, Parange (perilaku), dan Parsaoran (Pergaulan),”kata Ketua Panitia.
Dilanjut dengan Utusan Pelayan yang pernah melayani di Pangombusan, Pdt. Hotman Nababan mengatakan masa kami yang menggagasi acara ini karena mengingat Jubileum 75 Tahun sudah ada tanda 75 anak tangga gereja, sementara jubileum 100 tahun tidak ada peringatan, lalu bagaimana dengan kita untuk jubileum 125 Tahun, apa yang bisa kita lakukan? Barulah ada pemikiran untuk membangun Sopo Jubileum 125 Tahun ini sebagai Momentum perayaan jubileum.
Sambung sambutan itu, utusan PT TPL Mulia Nauli mengatakan kami sambut baik prakarsa panitia HKBP Pangombusan untuk membangun Sopo karena tidak ada tempat masyarakat untuk mengadakan beragam acara atau pesta. Kami harapkan gedung ini bisa bermanfaat dengan baik untuk Tobasa, khususnya Wilayah Porsea dan sekitarnya. Bila kita bersama, maka kendala bisa diatasi bersama, sesuai juga dengan moto TPL Tumbuh Berkembang Bersama Pemerintah dan Masyarakat.




Discussion about this post